Senin, 07 Juli 2014

3 PENYEBAB KEBODOHAN DAN KEMISKINAN

Seluruh manusia diciptakan Allah dengan keadaan sempurna, sempurna disini yang berarti mempunyai hati nurani, akal dan pikiran. Jelas berbeda dengan makhluk Allah yang lain, berbeda dengan binatang, Jin , Syetan bahkan Malaikat pun kalah sempurna dengan manusia makanya manusia disebut makhluk sempurna sampai ada istilah seperti ini  :

"Manusia bukan malaikat, yang diciptakan untuk selalu tunduk dan patuh atas apapun perintah ALLAH"

"Manusia juga bukan iblis, yang diciptakan juga untuk selalu membangkang dan tidak mentaati atas apapun perintah ALLAH"

"Manusia itu sempurna dan istimewa, karena manusia diciptakan dengan kebebasan memilih untuk menjadi malaikat atau iblis"
 Nah itu sedikit intermezo tentang terciptanya manusia sebagai makhluk Tuhan yang paling sempurna, patutlah kita bersyukur dalam setiap keadaan dan setiap waktu akan segala nikmat yang di berikan Allah SWT kepada kita semua. Disini "Sejatine Ilmu" bukan membahas asal usul manusia atau perbandingan manusia dengan syetan atau mahkluk lainnya tapi disini kita membahas 3 Hal penyebab kebodohan dan kemiskinan, kenapa ada kebodohan dan kemiskinan jika manusia terlahir sempurna ???
Sebenarnya penyebab kebodohan dan kemiskinan terletak pada diri manusia masing-masing yang tidak bisa mengolah atau memanajemen kehidupannya. Sering sekali kita merasa lemah, tidak berdaya dan akal pikiran kita jarang digunakan untuk berfikir keras atau kurang bermanfaat.
3 Hal itu terdiri dari Malu, Malas dan Minder.
3 Hal diatas yang membuang waktu secara sia-sia, penyakit manusia yang paling akut adalah malas. Ketika seseorang sudah dilanda rasa malas yang ada adalah menunda-nunda pekerjaan, seakan-akan nanti akan mampu mengerjakannya,begitu juga dengan orang Malu tidak akan bisa menunjukkan ketrampilan dan kelebihannya karena di liputi rasa malu, kalau sudah malu pasti hal-hal positif lainnya akan Minder untuk di jalani. 3 Sifat ini harus dihindari, agar lebih jelasnya akan saya bahas satu per satu dari apa itu Malu, Malas dan Minder.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar