Kamis, 18 September 2014

Keistimewahan Surat Al-Fatihah

Ulama-Ulama besar yang menjadi ikutan ummat berbeda-beda pendapat, apakah ada kelebihan atau keistimewaan dari suatu surah atau ayat atas surah dan ayat lainnya di dalam Kitab Suci Al-Qur'an. Bolehkah satu surah atau ayat dianggap lebih besar, lebih tinggi, atau lebih penting dari surah atau ayat lainnya???
   Abul Hasan Al-Asy'ari, Imam tentang Ilmu Kalam bagi Ahli Sunnah Wal Jamaah, dan banyak Ulama-Ulama besar lainnya, melarang sekeras-kerasnya kita melebihkan, mengistimewakan atau meninggikan suatu surah atau ayat atas surah atau ayat lainnya. Sebab bila dikatakan ada surah atau ayat yang lebih, tentu ada yang kurang. tidak mungkin ada suatu surah atau ayat di dalam Al-Qur'an yang dianggap kurang penting.
   Tetapi tidak dapat kita bantah, banyak sekali hadis-hadis Nabi Muhammad Saw, yang menerangkan keistimewaan beberapa surah atau ayat didalam Al-Qur'an. Umpamanya :
Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dari Ubay bin Ka'ab r.a bahwa Nabi Saw telah bersabda :
" Tidak pernah Allah menurunkan didalam Taurat dan Inil yang menyamai Ummul Qur'an (Al-Fatihah)."
Hadis-hadis Rasululloh lainnya :
" Surah Yasin itu adalah kalbunya Al-Qur'an".
"Falihatul Kitab (Surat Al-Fatihah) adalah surah yang paling atas di dalam Al-Qur'an".
"Ayat kursi adalah penghulunya ayat Al-qur'an."
"Qul huwallahu Ahad menyamai sepertiga Al-qur'an."

Hadis-hadis yang menerangkan keistimewaan, kelebihan dan ketinggian suatu surah atau ayat di dalam al-Qur'an atas surah atau ayat lainnya.
Ibnu Hishar berkata terus terang : "Heran kalau ada orang berlain pendapat tentang ini, karena sebanyak itu dalil-dalil yang menunjukkan adanya keistimewaan atau kelebihan suatu surah atau ayat atas ayat atau surah lainnya.".
Berkata Syekh Izzuddin bin Abdissalam : "Perkataan Allah tentang Allah lebih (afdhal) dari perkataan Allah tentang lain-lainnya. Ayat Qul Huwallahu Ahad lebih (afdhal) dari ayat Tabbat Yadda Abi Lahabin. Sebab ayat Qul Huwallahu Ahad menerangkan keesaan Allah sedangkat ayat Tabbat Yadaa Abi Lahabin ayat yang menerangkan kecelakaan Abu Lahab.
Jadi bukan kelebihan mengenai keagungan dan kesuciannya.
Selanjutnya menurut Imam al-Halimi menurut kutipan Imam al-Baihaqi, bahwa keistimewaan atau kelebihan surat atau ayat atas surah atau ayat lainnya ada bermacam-macam pula :
  Pertama :  Ada amalan terhadap suatu ayat dianggap lebih penting dari amalan terhadap ayat lainnya. Sebab itu lebih dibiasakan orang membacanya dibanding dengan ayat-ayat lainnya. Begitulah ayat-ayat yang mengandung perintah dan larangan, ganjaran pahala dan ancaman siksa dianggap lebih penting dari ayat-ayat yang berisi kisah-kisah, karena umumnya kisah-kisah itu kedudukanya adalah semata-mata untuk menguatkan ayat-ayat yang mengandung perintah, larangan, ganjaran dan ancaman itu.
  Kedua : Ayat-ayat yang menerangkan nama-nama Allah, atau yang menerangkan sifat-sifat Allah, atau yang menunjukkan atau mempertegas akan kebesaran Allah, atau yang menunjukkan atau mempertegas akan kebesaran Allah, dianggap lebih penting dan lebih diistimewkan orang daripada ayat-ayat lainnya tentang arti atau maknanya.
  Ketiga : Ayat Kursi, Surah al-ikhlas dan al-Mu'awwidzatain (Qul'audzu bi Rabbin Nasa dan Qul a'udzu bi Rabbi Falaqi) dan lain-lain ayat atau surah serupanya, lebih diistimewakan dan dibiasakan orang membacanya, karena membaca dan menyadari isi yang terkandung dalam ayat-ayat seperti itu langsung menjaga diri dari berbagai bahaya, menyandarkan diri untuk tetap berpegangan kepada kebesaran Allah di dalam menghadapi berbagai bahaya dan dianggap suatu ibadah dzikir yang langsung mengingat akan Allah dengan segala sifat-sifatNya yang suci dan tinggi. Sedang kalau kita membaca ayat-ayat yang mengandung hukum, hanya menghasilkan pengetahuan tentang hukum itu.
  Keempat : Suatu surah atau ayat dianggap lebih penting dan istimewa karena Allah dengan perantaraan wahyu-Nya kepada Nabi Muhammad Saw menegaskan bahwa membaca ayat atau surah itu mendapat ganjaran (pahala) yang berlipat ganda daripada membaca ayat atau surah lainnya. Bukan hanya terhadap ayat atau surah saja, malah kadang-kadang ada hari, bulan atau saat-saat terntentu yang diistimewakan Allah dari hari, bulan atau saat-saat lainnya.

Dari pengertian-pengertian yang diterangkan diatas mari kita perhatikan kelebihan atau keistimewaan  Surah Al-Fatihah menurut hadis-hadis berikut ini :

1. Paling Besar (A'zham)
    Diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Muhammad bin hanbal r.a. katanya : Menyampaikan kepada kami Yahya bin Said dan Syu'bah yang menerima kabar ini dari Hubaib bin Abdirrahmat dari Hafizh bin Ashim, dari Abu Said al-Ma'ali r.a katanya  :
"Aku sedang dalam shalat, lalu dipanggil oleh Rasulullah s.a.w maka tak dapat aku menyahut. Sesudah aku selesai sholat , aku datangi beliau, Rasulullah berkata : Kenapa engkau tidak segera mendatangiku ? Aku menjawab : Karena aku dalam bershalat ya Rasulullah. Berkata Rasulullah : Bukankah Allah sudah berfirman : Hai orang-orang yang beriman sahutilah seruan Allah dan Rasul bila menyeru kamu kepada apa yang menghidupkan kamu. Kemudian beliau berkata : Aku akan mengajarkan kepadamu sebesar-besar surah di dalam al-Qur'an sebelum engkau keluar dari Masjid ini, Ketika Rasulullah akan keluar dari masjid. beliau memegang tanganku, lalu aku berkata : Ya Rasulullah, Engkau mengatakan mau mengajarkan kepadaku sebesar-besar surah di dalam al-Qur'an. Rasululah bersabda : Ya, ialah al-Hamdulillah Rabbil Alamin (dan seterusnya) ialah ayat yang berulang-ulang dan itulah al-Qur'an al-Azhim yang telah disampaikan kepadaku."

2. Tak Ada Samanya dalam Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur'an
    Diriwayatkan oleh Imam Malik bin Anas dalam al-Muwattha' dari al-Ala' bin Abdirrahman bin Ya'kub al-Haraqi, bahwa Abu Sa'id Mawla Ibnu Amir bin Kuraiz mengabarkan kepada mereka bahwa Rasulullah Saw memanggil Ubay bin Ka'ab dan berkata : "Aku ingin Engkau jangan keluar dari masjid ini sebelum mengetahui satu surah yang tak pernah diturunkan di dalam Taurat, Injil, dan tidak pula di dalam Al-Qur'an yang dapat menyamainya." Berkata Ubay : Surah apakah yang Engkau janjikan tadi itu Rasulullah ? Lalu Rasulullah membaca : " Alhamdulillah Rabbil Alamin,dan seterusnya,,  dia berkata : Inilah dia surah itu yaitu 7 ayat yang berulang-ulang dan dialah al-Qur'an al-Azhim, yang telah disampaikan kepadaku.

3. Hanya Kepada Muhammad s.a.w Diturunkan
    Diriwayatkan oleh Muslim dan an-Nasa'i dari hadis Abul Ahwash dan Abdullah bin Isa bin Abdirrahman bin Abu Laila dari Said bin Jubair dan Ibnu Abbas berkata  : " Pada suatu hari Rasulullah s.a.w duduk bersama Jibril, tiba-tiba Rasulullah mendengar suatu bunyi dari atas, lalu Jibril menoleh ke atas, kemudian berkata : "Itu sebuah pintu sudah terbuka sebelum ini.", dari pintu itu turun satu Malaikat, yang langsung memuji kepada Rasulullah dan berkata : "Bergembiralah engkau (Muhammad) mendapat dua cahaya yang aku bawakan ini, yang tak pernah kedua cahaya ini diberikan Nabi yang mana pun sebelum engkau , kedua cahaya itu ialah Fatihatul - Kitab dan beberapa ayat akhir Surah al-Baqoroh, setiap huruf engkau baca dari keduanya pasti engkau mendapatkannya."

4. Langsung Mendapat Jawaban dari Allah
    Siapa yang membaca Surah Al-Fatihah, setiap ayat yang dibaca itu langsung dijawab oleh Allah. Diriwayatkan oleh muslim dari Abu Hurairah r.a. katanya  :
"Kami berada di belakang imam (bersholat), maka berkatalah imam itu kepadaku : " Bacalah al-Fatihah dalam hatimu, karena aku telah mendengar Rasulullah s.a.w mengatakan " 'Telah berkata Allah Azza wa Jalla : Aku bagi shalat ( di sini maksudnya ialah al-fatihah) antaraKu dan hambaKu menjadi dua bagian, dan lagi hamba-Ku apa yang ia minta, Apabila hambaKu berkata : Alhamdulillah hi Robbil Allamin, Allah menjawab : "Hambaku memujiKu" dan apabila hambaKu menyanjungKu". dan apabila hambaKu berkata " Maaliki Yaumiddin". Allah menjawab " Hambaku memuliakanKu". dan apabila hambaKu berkata : " Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin", Allah menjawab : " Ini seperdua untuk-Ku dan seperdua untuk hambaKu, bagi hambaKu, apa yang ia minta; dan apabila hambaKu berkata " Ihdinash shiraathal mustaqiim, shiraatal ladhina an'amta 'alaihim , ghairil maghdhuubi 'alaihim waladdhaaalin", Allah menjawab : "Ini semuanya untuk hambaKu, dan bagi hambaKu apa yang ia minta".

5. Aman Dari Segala Bahaya
    Diriwayatkan oleh al-Buzar dari Anas r.a Rasulullah s.a.w bersabda " Bila engkau baca al-fatihah dan Qul huwallahu Ahad maka amanlah engkau dari segala sesuatu, kecuali dari maut".

6. Langsung Dari Arasyi 
    Telah bersabda Rasulullah : "Amalkanlah segala ap ayang tersebut di dalam al-Qur'an, halalkanlah apa yang di halalkannya, haramkanlah apa yang diharamkannya. dan patuhilah ia jangan sekali-kali engkau ingkar apa-apa yang tersebut di dalamnya, dan apa-apa yang kamu ragukan (maksudnya), kembalikanlah kepada Allah dan orang-orang yang mempunyai pengetahuan sesudah meninggal aku nanti, supaya diterangkannya kepada kamudan berimanlah kamu dengan Taurat, Injil dan Zabur, dan apa saja yang dibawa oleh para Nabi dari Tuhan mereka, dan akan memberi kelapangan kepadamu al-Qur'an dan segala keterangan yang tersebut di dalalmnya, sesuatu yang tak pandai bercakap tetapi membawa kebenaran, dan kepadaku diberikan Allah Surah al-Baqarah dari ZIKIR PERTAMA (Kitab-kitab Suci yang diturunkan sebelum Musa a.s) dan diberikan kepadaku surah yang berawalan Thaaha, Thaasin, dan Haamim dari Papan-papan Musa (maksudnya : TAURAT) dan diberikan kepadaku Surah al-Fatihah langsung dari Arasy."

7. Sebagai Obat (Mantera)
    Diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Said al-Khudri r.a :
   " Pada suatu hari kami bersama-dama dalam perjalanan, bermalam di satu dusun. Datang pada kami seorang budak perempuan dan berkata : "Sesungguhnya kepala desa ini sakit dan tak seorangpun diantara kami yang dapat mengobatinya, adakah di antara tuan-tuan yang dapat mengobatinya?" Salah seorang dari rombongan kami berdiri dan mengikuti budak tadi. Kami tidak mengira yang ia dapat lakukan menjadi dukun. Si sakit itu lalu di manterainya dan sembuh. Kepadanya diberi hadiah 30 ekor kambing, dan kepada kami disuguhkan susu. Ketika ia kembali kami bertanya  " Apakah engkau membolehkan mantera, dan apa engkau tukang mantera?" Ia menjawab: "Tidak, saya bukan tukang mantera, tetapi kami hanya membacakan Ummul -Khitab (al-fathihah)." Kami katakan : " Kejadian ini jangan di kabarkan kepada siapapun sebelum kita tanyakan kepada Rasulullah s.aw. lebih dahulu." Sesudah kami sampai di kota madinah, kami datangi Rasulullah s.a.w. dan kami ceritakan kejadian itu. Rasulullah lalu bersabda " Siapa tahu bahwa surah itu (al-Fatihah) adalah mantera (obat) bagilah hadiah itu dan berikan saya sebagian darinya.
Mengenai Surah al-Fatihah telah dapat menyembuhkan penyakit-penyakit ada beberapa pendapat di dalam kalangan Ulama-ulama besar Islam. Pokok perbedaan pendapat itu berkisar pada hadis yang tersebut di atas ini dan beberapa ayat al-Qur'an yang tersebut di bawah ini :
" Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu, dan penawar (obat) bagi (penyakit) yang ada di dalam dada, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (Yunus : 57)

Itulah keistimewahan Surat al-Fatihah marilah kita amalkan surah ini dengan keyakinan penuh dan Insya Allah atas ijinNya kita akan selalu dapat pertolongan dariNya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar