Rabu, 06 Agustus 2014

Tafakur : Air Laut Yang Asin


Lima pertujuh bagian dari permukaan bumi ini merupakan samudera luas yang penuh air dengan rasanya yang asin. Setiap waktu siang hingga malam non stop berjuta – juta sungai yang besar dan kecil menumpahkan dan melemparkan berjuta juta ton kotoran kelaut yang asin itu. Kalau sekiranya air laut itu tidak asin, kotoran kotoran itu akan mengeluarkan bau yang sangat busuk, sehingga dalam waktu beberapa bulan saja seluruh air laut itu akan akan berbau busuk sebusuk-busuknya. Dan setiap ruang dipermukaan bumi ini akan penuh dengan bau itu, sehingga bukan saja akan merusak kesehatan tetapi bahkan dapat memusnakan kehidupan di permukaan bumi ini.
Dengan air laut yang asin itu Allah telah melindungi segala kehidupan dimuka bumi ini. Satu perlindungan yang tak kurang penting dan hebatnya terjadinya siang dan malam.
“Dan ia (Allah) lah yang mencampurkan 2 lautan , laut yang sangat tawar dan laut yang sangat asin. Dan Ia jadikan antara keduanya batas dan halangan yang tak dapat ditembus” (al-Furqan:53)
Laut tawar dalam ayat ini dimaksudkan ialah sungai-sungai, telaga-telaga dan danau-danau yang besar tampaknya juga seperti laut.
Keasinan laut pun harus kita pikirkan dan kita pelajari untukmelihat perlindungan Allah bagi kehidupan dan keselamatan manusia, sehingga manusia akan bertambah beriman dengan Allah dan terhindar dari kekufuran yang menjadi cacat terbesar dari peradaban manusia dari dulu sampai sekarang.
Bila satu persatu perlindungan Allah akan kita teruskan membicarakan dan menyelidikinya maka tidak akan pernah ada putus-putusnya, tidak akan tamat-tamatnya dan kalau dituliskan akan merupakan satu buku yang tebalnya antara bumi dan langit. Berjuta-juta macam binatang besar dan kecil, berjuta-juta macam buah-buahan dan tumbuh-tumbuhan , burung dan ulat-ulat, bahkan setiap bulu yang tumbuh sekujur badan manusia akan merupakan perlindungan bagi keselamatan hidup manusia di muka bumi ini.
Manusia yang sadar akan bahaya-bahaya yang di hadapi manusia setiap saat dalam hidupnya di dunia ini, akan merasakan sedalam-dalamnya , bahwa bagaimana juga pintar dan tingginya pengetahuan manusia, bagaimana juga kuatnya dan besarnya kekuasaan yang ada ditangan manusia, namun manusia itu tidak mungkin akan sanggup dan dapat melindungi dirinya sendiri, bila tidak dengan perlindungan Allah yang amat halus dan teliti itu.
Orang yang sesadar-sadarnya akan kebutuhan manusia terhadap perlindungan Allah itu, setiap saat dia akan bermunajat, bermohon dengan seluruh jiwa dan raganya kepada Tuhan minta perlindungan demi perlindungan.
Ayat isti'adzah (A'udzu billahi minasy syaithaanir rajiim) dan lain-lain ayat yang serupanya mengajarkan kepada kita manusia, bagaimana caranya kita bermohon dan bermunajat minta perlindungan itu.
Diantara beribu-ribu bahaya yang dihadapi manusia dalam hidupnya, yang paling besar dan paling berbahaya ialah bahaya SETAN dan IBLIS. Apakah setan atau iblis itu ? kita akan bahas di pertemuan selanjutnya. Sampai Jumpa.

By : Samudera Al-Fatihah

Tidak ada komentar:

Posting Komentar