Dalam setiap kehidupan selalu ada masalah yang harus di hadapi, beberapa cara mengatasi problema hidup dari segi agama Islam yaitu :
1. Memakai Kekuatan Iman
Iman adalah cara yang sangat Efektif untuk mengangkat masalah kepada proporsi yang benar dan akurat. Satu masalah yang kita hadapi selalu disorot sinar atau cahaya Allah (Hidayah), tidak satu peristiwa atau problema yang lepas dari kontrol yang Maha Kuat Allah SWT, sampai daun yang jatuh pun pasti diketahui-Nya , begitu penjelasan dalam Al-Qur'an.
Dia yang menciptakan Dunia dan seisinya, mengendalikan siang dan malam dengan sangat teratur dan penuh estetika, menumbuhkan semua jenis pepohonan, memberikan kehidupan, untuk semua spesies ikan baik yang kecil maupun besar, memberikan air untuk semua kehidupan di dunia ini, tanpa air akan hancur dan mati kehidupan dunia ini, disediakan O2 agar dapat menggerakkan kehidupan manusia, binatang dan pepohonan dst. Serta menyembuhkan yang sakit, memberikan dan membagikan Rizqi serta makanan yang sangat di butuhkan manusia yang berupa protein dan vitamin, karbohidrat, mineral , kalsium dll. agar supaya aktifitas kehidupan ini berjalan dengan baik, indah serasi dan lancar.
Keyakinan semacam ini sangat menguatkan dan memberi dorongan semangat untuk menghadapi semua persoalan hidup ini. Tidak ada kamus putus asa dalam menempuh perjalanan hidup dengan segala persoalan yang akan di hadapi, karena kita tidak pernah sendiri setiap persoalan yang dihadapi, orang lain pun sama yang mendapatkan persoalan yang sama, cuma penyelesaiannya tergantung kemampuan pribadi dan kehendak Allah SWT.
2. Menumbuhkan Kesadaran Diri
Kesadaran diri adalah merupakan cara yang sangat efektif untuk mencapai nilai-nilai kebenaran dan keluhuran budi, perbuatan yang baik tentu atas bimbingan dan petunjuk Allah SWT dan perbuatan yang jelek itu atas inisiatif dirinya yang didorong oleh hawa nafsu dan tipu muslihat syetan yang mungkin diperkuat dengan sedikitnya Ilmu, pengalaman dan introspeksi diri.
Perlu diketahui macam-macam ketentuan Tuhan terhadap MakhlukNya, bisa teguran bisa peringatan dapat pula nasehatNya bisa juga siksa bisa terjadi itu gambaran kecintaan Allah kepada hambanya, Contoh :
1. Nabi Ayyub dicoba oleh penyakit yang lama menderita sakit, padahal beliau seorang nabi, itulah tanda cinta Allah kepadanya.
2. Nabi Yunus masuk dalam perut ikan, tetapi dapat selamat.
3. Nabi Nuh putra atau anaknya tidak patuh kepadanya ketika datang banjir.
4. Baginda Nabi Muhammad SAW, saat pergi kedesa Thaif, beliau dan ummat Islam dilempari batu sampai kedua pelipis beliau menderita luka parah dan Malaikat Jibril yang menyaksikan kejadian ini amat sangat pedih dan marah karena kekasih Allah, Nabi Muhammad disakit, ini merupakan penghinaan yang amat sangat besar, kepada baginda, menurut pandangan malaikat Jibril tetapi tidak menurut pandangan Rasulullah, beliau malah tertegun dan kemudian mengangkat kedua tangannya seraya mendo'akan agar diampuni dosa umatnya dan diberi petunjuk oleh Allah SWT. Itulah jiwa besar dan Akhlaqul karimah.
3. Mengambil Jalan Alternatif
Way out atau solusi adalah Jalan lain yang dapat menyelesaikan problema atau masalah, yang dihadapi. besar kecilnya masalah tergantung kematangan kita menyikapinya, kadang yang kecil bisa saja seakan-akan besar, begitu pula yang besar bisa saja menjadi sangat kecil.
Kekuatan Iman, kematangan Ilmu, pengalaman sangat berperan pada setiap persoalan yang dihadapi memang benar proses belajar dan pembelajaran harus terus konsisten bila ingin tambah matang dalam setiap menghadapi setiap persoalan yang dihadapi, dimanapun kita berada, kapanpun itu terjadi tidak pernah bingung, salah satu kunci untuk menetralisir yang kita hadapi agar tidak suka membesar besarkan masalah adalah dengan kesadaran diri, mawas diri dan introspeksi diri adalah perwujudan untuk selalu aktif membangun kekuatan mental Oriented agar dapat bangkit dan tidak putus asa dalam menghadapi problema yang dihadapi baik dalam diri manusia itu sendiri, dalam keluarga mereka begitu pula dalam pekerjaannya dan dalam pergaulannya atau bermasyarakat, tentu sangat diperlukan evaluasi diri agar dapat memperbaiki hidup ini dengan cepat dan benar atau sesuai tuntutan Agama Islam.
Semisal kalau sakit perut jangan beli obat untuk sakit gigi sulit untuk dapat sembuh, jika sudah beli obat yang benar dan belum sembuh maka coba berkonsultasi dengan ahli kesehatan atau dokter, begitu juga seterusnya untuk mencoba dan berusaha supaya dapat mengatasi atau menyelesaikan masalah yang dihadapi.
Manusia yang cerdas, pandai dan cekatan tidak pernah akan kering otaknya untuk mendapatkan ide-ide dan pemikiran jitu sebagai langkah untuk mendapatkan " way out " atau jalan alternatif dalam setiap persoalan yang dihadapi.
Sumber Kekuatan Islam ~ Sabar - Nriman - Ngalah - Loman - Akas - Temen
Selasa, 23 September 2014
Minggu, 21 September 2014
Keadaan Surga dan Neraka
Ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadis-Hadis Nabi Muhammad Saw. banyak sekali yang menerangkan keindahan Surga dan kehebatan Neraka. Perhatikan dan renungkanlah beberapa hadis dan ayat-ayat Al-Qur'an yang berikut ini :
Diriwayatkan oleh Abu Ya'la dari Ibnu Umar : Pada suatu hari Rasulullah Saw. Berkhutbah, diantaranya berkata : " Jangan sampai kamu lupakan tentang 2 perkara yang hebat, yaitu Surga dan Neraka."
Kemudian beliau menangis sehingga mengalir air mata beliau meleleh membasahi jenggot beliau, lalu berkata : " Demi Tuhan yang memegang jiwa Muhammad dalam tangan-Nya, sekiranya kamu mengetahui akan apa yang aku ketahui tentang akhira, sungguh kamu akan naiki tempat yang tinggi dan akan menghamburkan tanah di atas kepalamu."
Diriwayatkan dari Umar Ibnu Khattab r.a : Telah datang Jibril kepada Nabi Muhammad Saw. bukan pada waktu yang biasanya ia datang, Rasulullah lalu berdiri mendapatkannya dan bertanya : Hai Jibril, kenapa aku melihat engkau berubah warnamu,Berkata Jibril : Aku datang kepadamu untuk menerangkan semburan api Neraka. Berkata Rasulullah : Terangkanlah kepadaku keadaan Neraka dan hal-ihwal Jahannam. berkata Jibril : Sesungguhnya Allah memerintahkan agar Jahannam dinyalakan 1.000 tahun lamanya, sehingga karena semakin panasnya, maka berubahlah warnanya menjadi putih. Lalu diperintahkan menyalakan 1.000 tahun lagi, sehingga berubah warnanya menjadi merah. Lalu diperintahkan menyalakan 1.000 tahun lagi, sehingga berubah warnanya menjadi hitam yang amat gelap, sehingga hilang sirnanya bergejolak-jolak tak padam-padam bakarannya. Demi Tuhan yang mengutusmu dengan kebenaran, sekiranya dibukakanlah Jahannam itu sebesar lobang jarum, akan terbakarlah bumi dan segala isinya karena panasnya. dan dmi Tuhan yang mengutusmu dengan kebenaran, sekiranya salah satu dari penjaga-penjaga Neraka itu didatangkan Allah ke dunia ini,akan matilah seluruh manusia isi bumi ini karena kejelekan rupanya dan kebusukan baunya. Demi Tuhan yang telah mengutusmu dengan kebenaran, sekiranya sebuah ring (lingkaran) dari rantai Neraka diletakkan di atas sebuah gunung di dunia ini, akan tembuslah gunung itu sampai-sampai ke dasar bumi, yang paling bawah. Maka berkata Rasulullah Saw. : Untunglah hai Jibril, jantungku tak sampai pecah sehingga aku mati mendengar keteranganmu ini. Rasulullah melihat Jibril menangis, rasulullah turut menangis pula, lalu berkata : Kenapa engkau sampai menangis pula Jibril, sedang kedudukanmu begitu rupa di sisi Allah? Berkata Jibril : Kenapa aku tak akan menangis, malah akulah yang kurang berhak untuk menangis, karena siapa tahu keadaanku dalam ilmu Allah tidak seperti yang aku ketahui, dan saya tidak mengetahui apakah saya tidak akan mengalami termasuk golongan Malaikat (tetapi nyeleweng), dan aku tidak tahu apakah aku akan mengalami apa yang di alami oleh Harut dan Marut. maka menangislah Jibril dan menangis pula Rasulullah Saw. Lama keduanya sama-sama menangis, lalu datanglah seruan dari langit : Hai Jibril, Hai Muhammad, sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla telah menjamin kamu berdua dengan tidak akan durhaka. Lalu Jibril naik ke langit, dan Rasulullah lalu meneruskan perjalanan beliau, sehingga bertemu dengan sekelompok orang-orang Anshar yang bermain-main dan ketawa-ketawa. Lalu berkata berkata Rasulullah kepada mereka : Apakah kamu ketawa-ketawa sedang di belakangmu Neraka Jahannam. Sekiranya kamu ketahuilah akan apa yang aku ketahui, sungguh kamu akan ketawa sedikit dan menangis banyak, kamu tak akan makan dan tak akan minum, malah akan menuju ke tempat tempat tinggi untuk memohon pertolongan dan perlindungan Allah.
Diriwayatkan oleh Ahmad dari Anas bin Malik : Rasulullah bertanya kepada Jibril : Kenapa saya tak pernah melihat Mikail ketawa ? Menjawab Jibril : Tidak pernah Mikail ketawa sejak Allah menciptakan Neraka.
Diterangkan pula bahwa Nabi Muhammad Saw sendiri pun tidak pernah ketawa sejak mengetahui akan keadaan Neraka, Beliau hanya pandai tersenyum sejak saat itu. Hanya kita manusia yang bodoh-bodohlah yang selalu ketawa terbahak-bahak, sekalipun sudah diterangkan begitu keadaan Neraka. Ketawa terbahak menunjukkan kebodohan semata.
Ketika kepada Rasulullah ditanyakan orang tentang keadaan Surga, Rasulullah menjawab dengan pendek : Sesuatu yang tak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tak pernah terbayang dalam khayal manusia (keindahannya).
Diriwayatkan oleh Tirmizi dari Sa'ad bin Abu Waqqash, dari bapaknya, dari neneknya : Bersabda Rasulullah Saw : "Sekiranya seorang penghuni Surga datang ke dunia ini, dengan memakai perhiasan gelang, maka sinar dari gelangnya itu mengaburkan sinar matahari, sebagaimana sinar matahari itu mengaburkan akan sinar dan bintang-bintang. "
Diterangkan oleh Rasulullah Saw. bahwa perumpamaan perbandingan antara dunia dan akhirat (Surga) adalah seperti seorang yang pegi ke pinggir laut, lalu memasukkan sebuah jari tanganya ke air laut, lalu mengangkat tangannya kembali. Air yang melekat pada jari itulah dunia, sedang yang masih tinggal di lautan itulah akhirat dan Surga.
Jadi kesenangan di dunia ini ibarat setetes air, sedang kebahagiaan akhirat (Surga) adalah seperti saluran air samudera.
Dalam hadis lainnya Rasulullah mengatakan bahwa Allah menciptakan 100 rahmat, satu rahmat dibagi-bagikan Allah di dunia ini, sedang 99 lainnya akan dibagikan Allah di dalam Surga nanti. Ini berarti bahwa kesenangan dalam Surga itu adalah 99 kali lebih hebat dari kesenangan yang terhebat di dunia sekarang ini.
Diterangkan dalam Surga terdapat segala macam kesenangan, kebahagiaan, kelezatan, kemewahan, kegembiraan yang tak putus-putusnya yang tak pernah berkurang. Begitu juga keinginan atau nafsu orang-orang yang di Surga itu tak pernah kendur, lembah atau berkurang selamanya.
Di dalam Surga tak ada kematian lagi, tidak ada proses umur, semua orang dalam keadaan muda terus-menerus, sehat terus-menerus, gembira terus-menerus, kuat terus-menerus. Setiap orang akan hidup dengan istri atau suami dengan kegembiraan dan kelezatan hidup bersuami istri yang sehebat-hebatnya yang tak pernah mengendur dan berkurang, tetapi tidak mendapatkan turunan lagi. Sebab itu di dalam Surga tidak ada kelahiran baru. Dan tak ada pula kotoran, baik kotoran besar atau kotoran kecil, semuanya menjadi angin atau peluh saja.
Disini tidak akan kita cantumkan semua ayat dan hadis tentang Surga dan Neraka, tetapi sudah ada di dalam Al-Qur'an Surah Al-Waqiah selengkapnya.
Diriwayatkan oleh Abu Ya'la dari Ibnu Umar : Pada suatu hari Rasulullah Saw. Berkhutbah, diantaranya berkata : " Jangan sampai kamu lupakan tentang 2 perkara yang hebat, yaitu Surga dan Neraka."
Kemudian beliau menangis sehingga mengalir air mata beliau meleleh membasahi jenggot beliau, lalu berkata : " Demi Tuhan yang memegang jiwa Muhammad dalam tangan-Nya, sekiranya kamu mengetahui akan apa yang aku ketahui tentang akhira, sungguh kamu akan naiki tempat yang tinggi dan akan menghamburkan tanah di atas kepalamu."
Diriwayatkan dari Umar Ibnu Khattab r.a : Telah datang Jibril kepada Nabi Muhammad Saw. bukan pada waktu yang biasanya ia datang, Rasulullah lalu berdiri mendapatkannya dan bertanya : Hai Jibril, kenapa aku melihat engkau berubah warnamu,Berkata Jibril : Aku datang kepadamu untuk menerangkan semburan api Neraka. Berkata Rasulullah : Terangkanlah kepadaku keadaan Neraka dan hal-ihwal Jahannam. berkata Jibril : Sesungguhnya Allah memerintahkan agar Jahannam dinyalakan 1.000 tahun lamanya, sehingga karena semakin panasnya, maka berubahlah warnanya menjadi putih. Lalu diperintahkan menyalakan 1.000 tahun lagi, sehingga berubah warnanya menjadi merah. Lalu diperintahkan menyalakan 1.000 tahun lagi, sehingga berubah warnanya menjadi hitam yang amat gelap, sehingga hilang sirnanya bergejolak-jolak tak padam-padam bakarannya. Demi Tuhan yang mengutusmu dengan kebenaran, sekiranya dibukakanlah Jahannam itu sebesar lobang jarum, akan terbakarlah bumi dan segala isinya karena panasnya. dan dmi Tuhan yang mengutusmu dengan kebenaran, sekiranya salah satu dari penjaga-penjaga Neraka itu didatangkan Allah ke dunia ini,akan matilah seluruh manusia isi bumi ini karena kejelekan rupanya dan kebusukan baunya. Demi Tuhan yang telah mengutusmu dengan kebenaran, sekiranya sebuah ring (lingkaran) dari rantai Neraka diletakkan di atas sebuah gunung di dunia ini, akan tembuslah gunung itu sampai-sampai ke dasar bumi, yang paling bawah. Maka berkata Rasulullah Saw. : Untunglah hai Jibril, jantungku tak sampai pecah sehingga aku mati mendengar keteranganmu ini. Rasulullah melihat Jibril menangis, rasulullah turut menangis pula, lalu berkata : Kenapa engkau sampai menangis pula Jibril, sedang kedudukanmu begitu rupa di sisi Allah? Berkata Jibril : Kenapa aku tak akan menangis, malah akulah yang kurang berhak untuk menangis, karena siapa tahu keadaanku dalam ilmu Allah tidak seperti yang aku ketahui, dan saya tidak mengetahui apakah saya tidak akan mengalami termasuk golongan Malaikat (tetapi nyeleweng), dan aku tidak tahu apakah aku akan mengalami apa yang di alami oleh Harut dan Marut. maka menangislah Jibril dan menangis pula Rasulullah Saw. Lama keduanya sama-sama menangis, lalu datanglah seruan dari langit : Hai Jibril, Hai Muhammad, sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla telah menjamin kamu berdua dengan tidak akan durhaka. Lalu Jibril naik ke langit, dan Rasulullah lalu meneruskan perjalanan beliau, sehingga bertemu dengan sekelompok orang-orang Anshar yang bermain-main dan ketawa-ketawa. Lalu berkata berkata Rasulullah kepada mereka : Apakah kamu ketawa-ketawa sedang di belakangmu Neraka Jahannam. Sekiranya kamu ketahuilah akan apa yang aku ketahui, sungguh kamu akan ketawa sedikit dan menangis banyak, kamu tak akan makan dan tak akan minum, malah akan menuju ke tempat tempat tinggi untuk memohon pertolongan dan perlindungan Allah.
Diriwayatkan oleh Ahmad dari Anas bin Malik : Rasulullah bertanya kepada Jibril : Kenapa saya tak pernah melihat Mikail ketawa ? Menjawab Jibril : Tidak pernah Mikail ketawa sejak Allah menciptakan Neraka.
Diterangkan pula bahwa Nabi Muhammad Saw sendiri pun tidak pernah ketawa sejak mengetahui akan keadaan Neraka, Beliau hanya pandai tersenyum sejak saat itu. Hanya kita manusia yang bodoh-bodohlah yang selalu ketawa terbahak-bahak, sekalipun sudah diterangkan begitu keadaan Neraka. Ketawa terbahak menunjukkan kebodohan semata.
Ketika kepada Rasulullah ditanyakan orang tentang keadaan Surga, Rasulullah menjawab dengan pendek : Sesuatu yang tak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tak pernah terbayang dalam khayal manusia (keindahannya).
Diriwayatkan oleh Tirmizi dari Sa'ad bin Abu Waqqash, dari bapaknya, dari neneknya : Bersabda Rasulullah Saw : "Sekiranya seorang penghuni Surga datang ke dunia ini, dengan memakai perhiasan gelang, maka sinar dari gelangnya itu mengaburkan sinar matahari, sebagaimana sinar matahari itu mengaburkan akan sinar dan bintang-bintang. "
Diterangkan oleh Rasulullah Saw. bahwa perumpamaan perbandingan antara dunia dan akhirat (Surga) adalah seperti seorang yang pegi ke pinggir laut, lalu memasukkan sebuah jari tanganya ke air laut, lalu mengangkat tangannya kembali. Air yang melekat pada jari itulah dunia, sedang yang masih tinggal di lautan itulah akhirat dan Surga.
Jadi kesenangan di dunia ini ibarat setetes air, sedang kebahagiaan akhirat (Surga) adalah seperti saluran air samudera.
Dalam hadis lainnya Rasulullah mengatakan bahwa Allah menciptakan 100 rahmat, satu rahmat dibagi-bagikan Allah di dunia ini, sedang 99 lainnya akan dibagikan Allah di dalam Surga nanti. Ini berarti bahwa kesenangan dalam Surga itu adalah 99 kali lebih hebat dari kesenangan yang terhebat di dunia sekarang ini.
Diterangkan dalam Surga terdapat segala macam kesenangan, kebahagiaan, kelezatan, kemewahan, kegembiraan yang tak putus-putusnya yang tak pernah berkurang. Begitu juga keinginan atau nafsu orang-orang yang di Surga itu tak pernah kendur, lembah atau berkurang selamanya.
Di dalam Surga tak ada kematian lagi, tidak ada proses umur, semua orang dalam keadaan muda terus-menerus, sehat terus-menerus, gembira terus-menerus, kuat terus-menerus. Setiap orang akan hidup dengan istri atau suami dengan kegembiraan dan kelezatan hidup bersuami istri yang sehebat-hebatnya yang tak pernah mengendur dan berkurang, tetapi tidak mendapatkan turunan lagi. Sebab itu di dalam Surga tidak ada kelahiran baru. Dan tak ada pula kotoran, baik kotoran besar atau kotoran kecil, semuanya menjadi angin atau peluh saja.
Disini tidak akan kita cantumkan semua ayat dan hadis tentang Surga dan Neraka, tetapi sudah ada di dalam Al-Qur'an Surah Al-Waqiah selengkapnya.
HARI PEMBALASAN
Hari Pembalasan kapan itu akan terjadi ??? Sebagai pembalasan ialah bahwa setiap orang beriman dan berbuat baik di masukkan ke dalam Surga, sedangkan orang yang kafir dan berbuat kejahatan maka manusia tersebut akan di masukkan kedalam Neraka. Bagi orang-orang yang jahat, akan terasa benarlah bagaimana jahatnya kejahatan demi kejahatan yang pernah dilakukannya dalam kehidupan di dunia ini. Dan bagi orang yang baik akan terasa benarlah bagaimana kebaikan demi kebaikan yang dilakukan selama hidup di dunia ini.
Ya beruntunglah dan berbahagialah orang-orang yang selama hidupnya di dunia ini beriman dengan Allah dan melakukannya kebaikan.
Celaka dan amat celakalah orang-orang yang selama hidupnya di dunia ini kafir dan melakukan kejahatan-kejahatan, tidak beriman dengan Allah dan Rasul-Nya.
Dengan masuk Surga dan Neraka, maka tamatlah segala perjuangan hidup, tinggal lagi merasakan pembalasan dari setiap apa yang diperbuatnya selama hidup. bagi yang masuk Surga, enak, bahagia, senang, gembira buat selama-lamanya. bagi yang masuk Neraka pedih, sakit, susah, sengsara, celaka, panas, lapar, dahaga, terus-menerus, buat selama-lamanya pula.
Hidup di Surga adalah Abadi. Setiap orang yang masuk Surga akan selamanya di dalam Surga itu, tidak akan keluar. Tetapi dalam Neraka ada yang abadi buat selama-selamanya, dan ada pula yang buat sementara saja. Dikatakan bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, tetapi dalam hidupnya pernah melakukan perbuatan-perbuatan jahat dan dosa besar, maka dia akan di masukkan dalam Neraka beberapa lama, kemudian dikeluarkan, dimasukkan ke dalam Surga. Adapun orang-orang yang tak percaya akan Allah dan Rasul-Nya akan tinggal buat selama-lamanya di dalam Neraka itu.
Ya beruntunglah dan berbahagialah orang-orang yang selama hidupnya di dunia ini beriman dengan Allah dan melakukannya kebaikan.
Celaka dan amat celakalah orang-orang yang selama hidupnya di dunia ini kafir dan melakukan kejahatan-kejahatan, tidak beriman dengan Allah dan Rasul-Nya.
Dengan masuk Surga dan Neraka, maka tamatlah segala perjuangan hidup, tinggal lagi merasakan pembalasan dari setiap apa yang diperbuatnya selama hidup. bagi yang masuk Surga, enak, bahagia, senang, gembira buat selama-lamanya. bagi yang masuk Neraka pedih, sakit, susah, sengsara, celaka, panas, lapar, dahaga, terus-menerus, buat selama-lamanya pula.
Hidup di Surga adalah Abadi. Setiap orang yang masuk Surga akan selamanya di dalam Surga itu, tidak akan keluar. Tetapi dalam Neraka ada yang abadi buat selama-selamanya, dan ada pula yang buat sementara saja. Dikatakan bahwa orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, tetapi dalam hidupnya pernah melakukan perbuatan-perbuatan jahat dan dosa besar, maka dia akan di masukkan dalam Neraka beberapa lama, kemudian dikeluarkan, dimasukkan ke dalam Surga. Adapun orang-orang yang tak percaya akan Allah dan Rasul-Nya akan tinggal buat selama-lamanya di dalam Neraka itu.
HARI KEBANGKITAN
Berulang-ulang di dalam Kitab Suci Al-Qur'an dan hadis-hadis Rasulullah Saw. diterangkan bahwa kiamat itu pasti terjadi, tidak ada keraguan lagi padanya. Sebab itulah kepercayaan terhadap kiamat itu termasuk salah satu rukun iman yang ke enam, yaitu rukun iman kelima, bergantung dengan kepercayaan terhadap akherat.
Firman Allah : "Sesungguhnya kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya, dan sesungguhnya Allah akan membangkitkan kembali orang-orang yang di dalam kubur." (Al-Haj:7)
"Sesungguhnya kiamat itu pasti datang, hampir Aku sembunyikan rahasianya, supaya tiap-tiap jiwa dibalas dengan apa yang ia lakukan." (Thaha : 15)
"Sesungguhnya kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya, tetapi kebanyakan manusia tidak mau beriman." (Al-Mu'min : 59)
Adalah berdasarkan rasa kasih sayang Allah Yang Maha Besar. Allah memberitahukan kepada manusia tentang akan terjadinya kiamat dan kebangkitan di hari akhirat dengan mengutus para Nabi dan Rasul. Kalau tidak tentu kita manusia tidak akan mengetahuinya, kita akan buta terhadap kejadian besar itu. Alangkah kecelenya manusia di akherat nanti, bila selama hidupnya di dunia ini tidak diberitahu sama sekali tentang kebangkitan dan kehidupan akhira itu. Bukan saja kecele, tetapi manusia akan menyesal dan mengemukakan tuntutan kepada Allah, kenapa mereka tidak diberitau dan tidak diberi peringatan lebih dahulu.
Firman Allah : " (Dan kami telah utus) Rasul-Rasul menyampaikan kabar-kabar gembira dan berita-berita ancaman, supaya tidak ada alasan bagi manusia untuk (menyalahkan) Allah, sesudah datangnya Rasul-Rasul itu. Allah Maha Gagah dan Maha Bijaksana." (An-Nisa : 165)
Maksud dari semua ayat Al-Qur'an dan Hadis-hadis Rasul dikarenakan agar manusia jangan sampai tidak percaya atau ragu-ragu terhadap terjadinya kiamat dan datangnya hari kebangkitan di akhirat nanti, Allah turunkan ayat-ayat yang amat terang yang tak sedikit jumlahnya di dalam Kiat Suci Al-Qur'an, Al-Qur'an boleh dikatakan penuh dengan ayat-ayat atau keterangan-keterangan agar akal dan pemikiran kita manusia mempercayai dan meyakinkan terhadap kiamat dan kehidupan manusia sesudah mati itu.
Akhirnya dengan tegas sekali Allah menyatakan, bahwa kiamat dan kebangkitan (akhirat) itu pasti akan terjadi, sudah ditentukan waktunya kapan akan terjadi. hanya waktunya ini ALlah rahasiakan, tidak diberitahu kepada siapapun, tidak kepada malaikat dan tidak pula kepada manusia. Kalau mengetahui akan waktunya, maka akan rusaklah peradaban manusia karenanya.
Demikianlah Allah menerangkan kepada kita manusia dengan perantaraan Kitab Suci-Nya Al-Qur'an, agar kita mengerti, yakin dan percaya. Sekali lagi penulis mengharap dan menganjurkan kepada setiap pembaca untuk membaca dan mempelajari ayat demi ayat dari Kitab Suci Al-Qur'an. dari awal sampai akhirnya, lebih-lebih surah-surah yang terletak meruginya orang-orang yang diberi kesempatan singgah hidup di permukaan bumi ini, lalu mati meninggalkan dunia ini sebelum selesai mempelajari dan membaca Kita Suci Al-Qur'an.
Firman Allah : "Sesungguhnya kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya, dan sesungguhnya Allah akan membangkitkan kembali orang-orang yang di dalam kubur." (Al-Haj:7)
"Sesungguhnya kiamat itu pasti datang, hampir Aku sembunyikan rahasianya, supaya tiap-tiap jiwa dibalas dengan apa yang ia lakukan." (Thaha : 15)
"Sesungguhnya kiamat itu pasti datang, tidak ada keraguan padanya, tetapi kebanyakan manusia tidak mau beriman." (Al-Mu'min : 59)
Adalah berdasarkan rasa kasih sayang Allah Yang Maha Besar. Allah memberitahukan kepada manusia tentang akan terjadinya kiamat dan kebangkitan di hari akhirat dengan mengutus para Nabi dan Rasul. Kalau tidak tentu kita manusia tidak akan mengetahuinya, kita akan buta terhadap kejadian besar itu. Alangkah kecelenya manusia di akherat nanti, bila selama hidupnya di dunia ini tidak diberitahu sama sekali tentang kebangkitan dan kehidupan akhira itu. Bukan saja kecele, tetapi manusia akan menyesal dan mengemukakan tuntutan kepada Allah, kenapa mereka tidak diberitau dan tidak diberi peringatan lebih dahulu.
Firman Allah : " (Dan kami telah utus) Rasul-Rasul menyampaikan kabar-kabar gembira dan berita-berita ancaman, supaya tidak ada alasan bagi manusia untuk (menyalahkan) Allah, sesudah datangnya Rasul-Rasul itu. Allah Maha Gagah dan Maha Bijaksana." (An-Nisa : 165)
Maksud dari semua ayat Al-Qur'an dan Hadis-hadis Rasul dikarenakan agar manusia jangan sampai tidak percaya atau ragu-ragu terhadap terjadinya kiamat dan datangnya hari kebangkitan di akhirat nanti, Allah turunkan ayat-ayat yang amat terang yang tak sedikit jumlahnya di dalam Kiat Suci Al-Qur'an, Al-Qur'an boleh dikatakan penuh dengan ayat-ayat atau keterangan-keterangan agar akal dan pemikiran kita manusia mempercayai dan meyakinkan terhadap kiamat dan kehidupan manusia sesudah mati itu.
Akhirnya dengan tegas sekali Allah menyatakan, bahwa kiamat dan kebangkitan (akhirat) itu pasti akan terjadi, sudah ditentukan waktunya kapan akan terjadi. hanya waktunya ini ALlah rahasiakan, tidak diberitahu kepada siapapun, tidak kepada malaikat dan tidak pula kepada manusia. Kalau mengetahui akan waktunya, maka akan rusaklah peradaban manusia karenanya.
Demikianlah Allah menerangkan kepada kita manusia dengan perantaraan Kitab Suci-Nya Al-Qur'an, agar kita mengerti, yakin dan percaya. Sekali lagi penulis mengharap dan menganjurkan kepada setiap pembaca untuk membaca dan mempelajari ayat demi ayat dari Kitab Suci Al-Qur'an. dari awal sampai akhirnya, lebih-lebih surah-surah yang terletak meruginya orang-orang yang diberi kesempatan singgah hidup di permukaan bumi ini, lalu mati meninggalkan dunia ini sebelum selesai mempelajari dan membaca Kita Suci Al-Qur'an.
KIAMAT BESAR
Setiap hari (saat) ada manusia lahir, dan setiap saat pula ada manusia mati. Tetapi angka-angka kelahiran rupanya lebih besar dari angka kematian, sehingga dunia ini makin lama makin lebih ramai. Berbagai-bagai umur yang dapat dicapai masing-masing manusia dalam hidup di dunia ini, tetapi rata-rata sebagian terbesar manusia mati antara umur 60 sampai 70 tahun. Bila kurang dari itu dikatakan kemudaan matinya, dan bila lebih dari itu ketuaan umurnya.
Bila seorang mati dalam istilah agama dikatakan datangnya kiamatnya, yaitu kiamat kecil. Termasuk juga dinamakan kiamat kecil bila terjadi bencana-bencana, baik yang berupa perang atau gempa-gempa bumi dan lain-lain kerusakan besar di alam ini.
Beberapa hadis shahih menerangkan bahwa keadaan manusia makin lama makin jelek, sekalipun ilmu pengetahuan dan teknik bertambahnya maju.
Sabda Rasulullah Saw :
"Setiap tahun berkurang kebaikan padanya dan bertambah kejelekan." (Hadis Hasan diriwayatkan oleh Thabrany dari Abu Darda'i)
"Tiap tahun keadaan yang sesudahnya lebih jelek dari yang sebelumnya, sehingga kamu menemui Tuhanmu." (Hadis Shahih diriwayatkan oleh Tirmizi dan Anas)
Bila keadaan makin lama makin jelek, maka sudah barang tentu datang masa di mana keadaan manusia paling jelek. Di dalam kitab Miskat Al-Masabih diterangkan bahwa ketika itu Allah akan memerintahkan Malaikat untuk mengirim manusia-manusia jahat itu semuanya ke dalam Neraka. Malaikat bertanya : Berapa jumlah mereka itu ? Allah menjawab : Sembilanratus sembilanpuluh sembilan orang dalam seribu.
Maka bila keadaan manusia sudah begitu jeleknya maka benar-benar tidak ada gunanya lagi mempertahankan kehidupan manusia di dunia ini. Maka ketika itu terjadilah Kiamat Besar itu.
Didalam banyak hadis, Rasulullah Saw. menerangkan pula tentang tanda-tanda sudah dekatnya Kiamat besar itu.
Bila seorang mati dalam istilah agama dikatakan datangnya kiamatnya, yaitu kiamat kecil. Termasuk juga dinamakan kiamat kecil bila terjadi bencana-bencana, baik yang berupa perang atau gempa-gempa bumi dan lain-lain kerusakan besar di alam ini.
Beberapa hadis shahih menerangkan bahwa keadaan manusia makin lama makin jelek, sekalipun ilmu pengetahuan dan teknik bertambahnya maju.
Sabda Rasulullah Saw :
"Setiap tahun berkurang kebaikan padanya dan bertambah kejelekan." (Hadis Hasan diriwayatkan oleh Thabrany dari Abu Darda'i)
"Tiap tahun keadaan yang sesudahnya lebih jelek dari yang sebelumnya, sehingga kamu menemui Tuhanmu." (Hadis Shahih diriwayatkan oleh Tirmizi dan Anas)
Bila keadaan makin lama makin jelek, maka sudah barang tentu datang masa di mana keadaan manusia paling jelek. Di dalam kitab Miskat Al-Masabih diterangkan bahwa ketika itu Allah akan memerintahkan Malaikat untuk mengirim manusia-manusia jahat itu semuanya ke dalam Neraka. Malaikat bertanya : Berapa jumlah mereka itu ? Allah menjawab : Sembilanratus sembilanpuluh sembilan orang dalam seribu.
Maka bila keadaan manusia sudah begitu jeleknya maka benar-benar tidak ada gunanya lagi mempertahankan kehidupan manusia di dunia ini. Maka ketika itu terjadilah Kiamat Besar itu.
Didalam banyak hadis, Rasulullah Saw. menerangkan pula tentang tanda-tanda sudah dekatnya Kiamat besar itu.
ROH MANUSIA
Di balik alam benda yang terdiri dari benda padat, benda cair dan benda gas, yang berupakan matahari, bintang-bintang dan planet-planet dengan semua isinya, ada lagi alam yang lebih hebat dan lebih luas yang tidak berwujud benda, yang kita namai alam gaib.
Dari masa berabad-abad yang silam orang sudah sama percaya bahwa angkasa raya yang berbentang luas diluar dan di balik alam benda (alam kosmos) ini bukanlah kosong saja tetapi penuh dengan berbagai makhluk pula. Yaitu makhluk yang tak terdiri dari benda, yang kita namai makhluk gaib atau makhluk halus, ialah makhluk yang terdiri dari roh yang dinamai alam roh.
Alam benda berbagai macam dan ragamnya, berbagai sifat dan tabiatnya, demikian pula alam roh itu, bermacam-macam sifat dan tabiatnya, berbagai macam dan ragamnya bermacam-macam pula fungsinya. Di dalam berbagai kepercayaan atau agama, terdapat beraneka ragam nama dari makhluk halus (gaib ) itu.
Di dalam kitab suci al-Qur'an dan Hadis-hadis Nabi Muhammad Saw. terdapat beberapa nama dari makhluk halus itu. Yaitu malaikat, jin, iblis, ifrit, hatif dan lain-lain. dalam agama Yunani dan Hindu terdapat nama-nama seperti dewa-dewi, hantu gendruwo dan berbagai-bagai sifat dan fungsinya. Ada pula agama-agama yang menyatakan bahwa makhluk halus itu disebut Tuhan : Tuhan Brahma, Tuhan Wisnu, Tuhan Syiwa, Tuhan Apollo, Tuhan Zeus dan lain-lain.
Tentang adanya makhluk-makhluk halus itu tidak dapat dibantah. beribu-ribu kejadian dari dahulu kala sampai sekarang telah menjadi kenyataan tentang adanya makhluk halus itu, sekalipun sebagian manusia yang menamakan golongan Materalis, Naturalis, Rasionalis, atau Atheis mencoba membantah kepercayaan tersebut dengan berbagai alasan. Bahkan mereka tidak percaya tentang azabnya Tuhan. Tetapi semua alasan yang mereka kemukakan, bagaimanapun juga ilmiahnya, telah hancur lebur oleh kenyataan-kenyataan dan kejadian-kejadian. kata-kata Malaikat, Jin, Iblis bukan kata-kata dongeng atau takhayul (dogma) lagi, tetapi telah menjadi kata-kata kenyataan (fakta) yang ilmiah pula, dikenal oleh hampir seluruh dunia, bangsa-bangsa dan agama-agama sampai sekarang ini.
Diantara pembaca barangkali ada yang pernah melihat jin atau mendengarnya. Demikian pula penulis sendiri sekalipun belum pernah melihat jin, tetapi pernah merasakan dipukul oleh jin dan melihat orang lain digoda oleh jin.
Selain daripada itu ilmu sihir yang sudah berumur puluhan abad yang juga diterangkan dalam al-Qur'an, begitupun ilmu spiritisme (spiritualisme) yang berkembang sejak lahir abad kesembilan belas, adalah bukti yang nyata pula tentang adanya makhluk-makhluk halus. Di zaman hidupnya Rasulullah Saw. para sahabat sering melihat sendiri Malaikat Jibril dan Jin itu. Dengan ilmu sihir atau spiritualisme, manusia dapat berhubungan dengan makhluk-mahkluk halus.Bahkan mereka dapat mempergunakan kekuatan dari makhluk-makhluk halus itu untuk berbagai-bagai keperluan, yang jelek seperti menyihir dan mendatangkan berbagai penyakit, atau yang baik sebagai mengobati orang yang sakit. Dalam Al-Qur'an diterangkan bahwa Nabi Sulaiman dapat memerintahkan jin-jin itu untuk mendapatkan mutiara-mutiara dan mendirikan istananya yang amat indah. Bahkan ada di antara mereka yang mempergunakan kekuatan-kekuatan makhluk-makhluk halus itu untuk mengangkat dan memindahkan barang-barang dari tempat-tempat yang jauh dan sebagainya.
Karena kebanyakan ilmu sihir itu dipergunakan orang untuk tujuan-tujuan yang tidak baik dan merusak dan untuk menimbulkan permusuhan sesama manusia, maka ilmu sihir itu dilarang oleh Agama Islam dengan larangan yang amat keras sekali, bahkan sebagian para ulama menghalalkan membunuh tukang-tukang sihir itu.
Sedangkan dalam ilmu spiritualisme, orang dapat mengadakan hubungan dengan roh-roh manusia yang sudah mati sekalipun matinya sudah berpuluh atau beratus tahun lamanya.
Tetapi seperti dikatakan di atas, karena makhluk-makhluk halus itu adalah gaib, maka semua ilmu yang berhubungan dengan makhluk-makhluk gaib itu akan tetap gaib pula sifatnya, tidak dapat diterangkan dan dijelaskan sepserti pengetahuan tentang benda atau pengetahuan exacta. Pengetahuan tentang makhluk gaib tidak dapat dibawa ke dalam laboratorium sebab itu akan tetap gaib buat selama-lamanya. Hanya Allah SWT saja yang mengetahui bagaimana yg sebenarnya makhluk gaib itu.
Firmal Allah "Mereka bertanya kepada engkau (Muhammad) tentang roh. Katakanlah bahwa roh itu urusan (rahasia) Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan (tentang roh) itu kecuali sedikit" (Al-Isro : 85)
" Pada-Nya (Allah) terletak kunci (rahasia) yang gaib itu, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Ia (Allah)." (Al-An'am 59)
Namun tujuan kita di sini tidak untuk membahas ilmu sihir dan sipiritisme ini secara mendalam. Begitu juga tentang makhluk halus seperti Malaikat, jin, setan, iblis, sekalipun ada cita-cita untuk membahasnya di lain kesempatan Insya Allah.
Yan gperlu kita tegaskan bahwa alam benda apa saja, karena terdiri dari benda (molekul-molekul dan atom-atom), maka ia selalu mengalami perubahan, sedang perubahan itu menuju ke arah kelenyapan, kehancuran atau kemusnahannya. Tetapi alam gaib, makhluk-makhluk halus tidak lenyap dan tidak hancur oleh perubahan-perubahan.
Firman Allah " Dari tanahlah Kami ciptakan kamu (tubuhmu), dan kepada tanahlah Kami kembalikan kamu dan dari tanah pulalah Kami akan keluarkan kamu yang kedua kalinya." (Thaha 55).
FirmanNya lagi dalam surat As-Sajdah 7-9 :
7. Tuhanlah yang membaguskan kejadian tiap-tiap sesuatu dan Ia mulai kejadian manusia dari tanah
8. Kemudian Ia jadikan turunan manusia dari air (mani/sperma).
9. Kemudia Ia sempurnakan kejadian itu, lalu ia tiupkan ke dalamnya sebagian dari ROHNYA, dan Ia jadikan bagimu pendengaran, penglihatan dan hati, tetapi sedikit sekali yang kamu syukuri.
Tubuh dengan bagian-bagiannya adalah benda mati, tidak dapat bergerak, mendengar dan melihat dan tak dapat berpikir. Karena roh yang ada tubuh itulah kita dapat hidup, bergerak, mendengar, melihat dan dalam berpikir. Jadi yang hidup, melihat, mendengar, dan berpikir, yang berkesadaran dan berpengertian itulah adalah Roh.
Bila roh tidak ada, atau bila roh sudah keluar dari tubuh, atau bila manusia sudah mati, maka semua bagian-bagian dari tubuh manusia tidak dapat bergerak dan berbuat apa-apa. matanya tidak melihat, telinganya tidak mendengar, hidungnya tidak dapat mencium, otaknya tidak dapat berpikir. Tidak ada kesadaran dan pengertian lagi pada tubuh manusia yang sudah mati itu.
Bukan saja tak dapat bergerak, bahkan dalam waktu beberapa jam saja, tubuh menjadi kaku, tegang, keras. lama kelamaan menjadi busuk dan hancur.
Adapun roh karena dia daya hidup, yang menghidupkan, sekalipun sudah bercerai dengan tubuh, tetapi tetap hidup tidak mati, tetap ada dengan segenap kesadaran dan pengertian. Roh adalah kekal dan abadi.
Bagaimana keadaan roh kalau manusia sudah mati ? Inilah pertanyaan besar yang setiap manusia harus dapat menjawabnya, harus mengerti sedalam-dalamnya, harus paham sepaham-pahamnya. Manusia jangan hidup sembrono, agar terhindarlah dari sesal yang berkepanjangan, baik semasa hidup maupun sesudah mati nanti.
Dari masa berabad-abad yang silam orang sudah sama percaya bahwa angkasa raya yang berbentang luas diluar dan di balik alam benda (alam kosmos) ini bukanlah kosong saja tetapi penuh dengan berbagai makhluk pula. Yaitu makhluk yang tak terdiri dari benda, yang kita namai makhluk gaib atau makhluk halus, ialah makhluk yang terdiri dari roh yang dinamai alam roh.
Alam benda berbagai macam dan ragamnya, berbagai sifat dan tabiatnya, demikian pula alam roh itu, bermacam-macam sifat dan tabiatnya, berbagai macam dan ragamnya bermacam-macam pula fungsinya. Di dalam berbagai kepercayaan atau agama, terdapat beraneka ragam nama dari makhluk halus (gaib ) itu.
Di dalam kitab suci al-Qur'an dan Hadis-hadis Nabi Muhammad Saw. terdapat beberapa nama dari makhluk halus itu. Yaitu malaikat, jin, iblis, ifrit, hatif dan lain-lain. dalam agama Yunani dan Hindu terdapat nama-nama seperti dewa-dewi, hantu gendruwo dan berbagai-bagai sifat dan fungsinya. Ada pula agama-agama yang menyatakan bahwa makhluk halus itu disebut Tuhan : Tuhan Brahma, Tuhan Wisnu, Tuhan Syiwa, Tuhan Apollo, Tuhan Zeus dan lain-lain.
Tentang adanya makhluk-makhluk halus itu tidak dapat dibantah. beribu-ribu kejadian dari dahulu kala sampai sekarang telah menjadi kenyataan tentang adanya makhluk halus itu, sekalipun sebagian manusia yang menamakan golongan Materalis, Naturalis, Rasionalis, atau Atheis mencoba membantah kepercayaan tersebut dengan berbagai alasan. Bahkan mereka tidak percaya tentang azabnya Tuhan. Tetapi semua alasan yang mereka kemukakan, bagaimanapun juga ilmiahnya, telah hancur lebur oleh kenyataan-kenyataan dan kejadian-kejadian. kata-kata Malaikat, Jin, Iblis bukan kata-kata dongeng atau takhayul (dogma) lagi, tetapi telah menjadi kata-kata kenyataan (fakta) yang ilmiah pula, dikenal oleh hampir seluruh dunia, bangsa-bangsa dan agama-agama sampai sekarang ini.
Diantara pembaca barangkali ada yang pernah melihat jin atau mendengarnya. Demikian pula penulis sendiri sekalipun belum pernah melihat jin, tetapi pernah merasakan dipukul oleh jin dan melihat orang lain digoda oleh jin.
Selain daripada itu ilmu sihir yang sudah berumur puluhan abad yang juga diterangkan dalam al-Qur'an, begitupun ilmu spiritisme (spiritualisme) yang berkembang sejak lahir abad kesembilan belas, adalah bukti yang nyata pula tentang adanya makhluk-makhluk halus. Di zaman hidupnya Rasulullah Saw. para sahabat sering melihat sendiri Malaikat Jibril dan Jin itu. Dengan ilmu sihir atau spiritualisme, manusia dapat berhubungan dengan makhluk-mahkluk halus.Bahkan mereka dapat mempergunakan kekuatan dari makhluk-makhluk halus itu untuk berbagai-bagai keperluan, yang jelek seperti menyihir dan mendatangkan berbagai penyakit, atau yang baik sebagai mengobati orang yang sakit. Dalam Al-Qur'an diterangkan bahwa Nabi Sulaiman dapat memerintahkan jin-jin itu untuk mendapatkan mutiara-mutiara dan mendirikan istananya yang amat indah. Bahkan ada di antara mereka yang mempergunakan kekuatan-kekuatan makhluk-makhluk halus itu untuk mengangkat dan memindahkan barang-barang dari tempat-tempat yang jauh dan sebagainya.
Karena kebanyakan ilmu sihir itu dipergunakan orang untuk tujuan-tujuan yang tidak baik dan merusak dan untuk menimbulkan permusuhan sesama manusia, maka ilmu sihir itu dilarang oleh Agama Islam dengan larangan yang amat keras sekali, bahkan sebagian para ulama menghalalkan membunuh tukang-tukang sihir itu.
Sedangkan dalam ilmu spiritualisme, orang dapat mengadakan hubungan dengan roh-roh manusia yang sudah mati sekalipun matinya sudah berpuluh atau beratus tahun lamanya.
Tetapi seperti dikatakan di atas, karena makhluk-makhluk halus itu adalah gaib, maka semua ilmu yang berhubungan dengan makhluk-makhluk gaib itu akan tetap gaib pula sifatnya, tidak dapat diterangkan dan dijelaskan sepserti pengetahuan tentang benda atau pengetahuan exacta. Pengetahuan tentang makhluk gaib tidak dapat dibawa ke dalam laboratorium sebab itu akan tetap gaib buat selama-lamanya. Hanya Allah SWT saja yang mengetahui bagaimana yg sebenarnya makhluk gaib itu.
Firmal Allah "Mereka bertanya kepada engkau (Muhammad) tentang roh. Katakanlah bahwa roh itu urusan (rahasia) Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan (tentang roh) itu kecuali sedikit" (Al-Isro : 85)
" Pada-Nya (Allah) terletak kunci (rahasia) yang gaib itu, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Ia (Allah)." (Al-An'am 59)
Namun tujuan kita di sini tidak untuk membahas ilmu sihir dan sipiritisme ini secara mendalam. Begitu juga tentang makhluk halus seperti Malaikat, jin, setan, iblis, sekalipun ada cita-cita untuk membahasnya di lain kesempatan Insya Allah.
Yan gperlu kita tegaskan bahwa alam benda apa saja, karena terdiri dari benda (molekul-molekul dan atom-atom), maka ia selalu mengalami perubahan, sedang perubahan itu menuju ke arah kelenyapan, kehancuran atau kemusnahannya. Tetapi alam gaib, makhluk-makhluk halus tidak lenyap dan tidak hancur oleh perubahan-perubahan.
Firman Allah " Dari tanahlah Kami ciptakan kamu (tubuhmu), dan kepada tanahlah Kami kembalikan kamu dan dari tanah pulalah Kami akan keluarkan kamu yang kedua kalinya." (Thaha 55).
FirmanNya lagi dalam surat As-Sajdah 7-9 :
7. Tuhanlah yang membaguskan kejadian tiap-tiap sesuatu dan Ia mulai kejadian manusia dari tanah
8. Kemudian Ia jadikan turunan manusia dari air (mani/sperma).
9. Kemudia Ia sempurnakan kejadian itu, lalu ia tiupkan ke dalamnya sebagian dari ROHNYA, dan Ia jadikan bagimu pendengaran, penglihatan dan hati, tetapi sedikit sekali yang kamu syukuri.
Tubuh dengan bagian-bagiannya adalah benda mati, tidak dapat bergerak, mendengar dan melihat dan tak dapat berpikir. Karena roh yang ada tubuh itulah kita dapat hidup, bergerak, mendengar, melihat dan dalam berpikir. Jadi yang hidup, melihat, mendengar, dan berpikir, yang berkesadaran dan berpengertian itulah adalah Roh.
Bila roh tidak ada, atau bila roh sudah keluar dari tubuh, atau bila manusia sudah mati, maka semua bagian-bagian dari tubuh manusia tidak dapat bergerak dan berbuat apa-apa. matanya tidak melihat, telinganya tidak mendengar, hidungnya tidak dapat mencium, otaknya tidak dapat berpikir. Tidak ada kesadaran dan pengertian lagi pada tubuh manusia yang sudah mati itu.
Bukan saja tak dapat bergerak, bahkan dalam waktu beberapa jam saja, tubuh menjadi kaku, tegang, keras. lama kelamaan menjadi busuk dan hancur.
Adapun roh karena dia daya hidup, yang menghidupkan, sekalipun sudah bercerai dengan tubuh, tetapi tetap hidup tidak mati, tetap ada dengan segenap kesadaran dan pengertian. Roh adalah kekal dan abadi.
Bagaimana keadaan roh kalau manusia sudah mati ? Inilah pertanyaan besar yang setiap manusia harus dapat menjawabnya, harus mengerti sedalam-dalamnya, harus paham sepaham-pahamnya. Manusia jangan hidup sembrono, agar terhindarlah dari sesal yang berkepanjangan, baik semasa hidup maupun sesudah mati nanti.
Kamis, 18 September 2014
Keistimewahan Surat Al-Fatihah
Ulama-Ulama besar yang menjadi ikutan ummat berbeda-beda pendapat, apakah ada kelebihan atau keistimewaan dari suatu surah atau ayat atas surah dan ayat lainnya di dalam Kitab Suci Al-Qur'an. Bolehkah satu surah atau ayat dianggap lebih besar, lebih tinggi, atau lebih penting dari surah atau ayat lainnya???
Abul Hasan Al-Asy'ari, Imam tentang Ilmu Kalam bagi Ahli Sunnah Wal Jamaah, dan banyak Ulama-Ulama besar lainnya, melarang sekeras-kerasnya kita melebihkan, mengistimewakan atau meninggikan suatu surah atau ayat atas surah atau ayat lainnya. Sebab bila dikatakan ada surah atau ayat yang lebih, tentu ada yang kurang. tidak mungkin ada suatu surah atau ayat di dalam Al-Qur'an yang dianggap kurang penting.
Tetapi tidak dapat kita bantah, banyak sekali hadis-hadis Nabi Muhammad Saw, yang menerangkan keistimewaan beberapa surah atau ayat didalam Al-Qur'an. Umpamanya :
Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dari Ubay bin Ka'ab r.a bahwa Nabi Saw telah bersabda :
" Tidak pernah Allah menurunkan didalam Taurat dan Inil yang menyamai Ummul Qur'an (Al-Fatihah)."
Hadis-hadis Rasululloh lainnya :
" Surah Yasin itu adalah kalbunya Al-Qur'an".
"Falihatul Kitab (Surat Al-Fatihah) adalah surah yang paling atas di dalam Al-Qur'an".
"Ayat kursi adalah penghulunya ayat Al-qur'an."
"Qul huwallahu Ahad menyamai sepertiga Al-qur'an."
Hadis-hadis yang menerangkan keistimewaan, kelebihan dan ketinggian suatu surah atau ayat di dalam al-Qur'an atas surah atau ayat lainnya.
Ibnu Hishar berkata terus terang : "Heran kalau ada orang berlain pendapat tentang ini, karena sebanyak itu dalil-dalil yang menunjukkan adanya keistimewaan atau kelebihan suatu surah atau ayat atas ayat atau surah lainnya.".
Berkata Syekh Izzuddin bin Abdissalam : "Perkataan Allah tentang Allah lebih (afdhal) dari perkataan Allah tentang lain-lainnya. Ayat Qul Huwallahu Ahad lebih (afdhal) dari ayat Tabbat Yadda Abi Lahabin. Sebab ayat Qul Huwallahu Ahad menerangkan keesaan Allah sedangkat ayat Tabbat Yadaa Abi Lahabin ayat yang menerangkan kecelakaan Abu Lahab.
Jadi bukan kelebihan mengenai keagungan dan kesuciannya.
Selanjutnya menurut Imam al-Halimi menurut kutipan Imam al-Baihaqi, bahwa keistimewaan atau kelebihan surat atau ayat atas surah atau ayat lainnya ada bermacam-macam pula :
Pertama : Ada amalan terhadap suatu ayat dianggap lebih penting dari amalan terhadap ayat lainnya. Sebab itu lebih dibiasakan orang membacanya dibanding dengan ayat-ayat lainnya. Begitulah ayat-ayat yang mengandung perintah dan larangan, ganjaran pahala dan ancaman siksa dianggap lebih penting dari ayat-ayat yang berisi kisah-kisah, karena umumnya kisah-kisah itu kedudukanya adalah semata-mata untuk menguatkan ayat-ayat yang mengandung perintah, larangan, ganjaran dan ancaman itu.
Kedua : Ayat-ayat yang menerangkan nama-nama Allah, atau yang menerangkan sifat-sifat Allah, atau yang menunjukkan atau mempertegas akan kebesaran Allah, atau yang menunjukkan atau mempertegas akan kebesaran Allah, dianggap lebih penting dan lebih diistimewkan orang daripada ayat-ayat lainnya tentang arti atau maknanya.
Ketiga : Ayat Kursi, Surah al-ikhlas dan al-Mu'awwidzatain (Qul'audzu bi Rabbin Nasa dan Qul a'udzu bi Rabbi Falaqi) dan lain-lain ayat atau surah serupanya, lebih diistimewakan dan dibiasakan orang membacanya, karena membaca dan menyadari isi yang terkandung dalam ayat-ayat seperti itu langsung menjaga diri dari berbagai bahaya, menyandarkan diri untuk tetap berpegangan kepada kebesaran Allah di dalam menghadapi berbagai bahaya dan dianggap suatu ibadah dzikir yang langsung mengingat akan Allah dengan segala sifat-sifatNya yang suci dan tinggi. Sedang kalau kita membaca ayat-ayat yang mengandung hukum, hanya menghasilkan pengetahuan tentang hukum itu.
Keempat : Suatu surah atau ayat dianggap lebih penting dan istimewa karena Allah dengan perantaraan wahyu-Nya kepada Nabi Muhammad Saw menegaskan bahwa membaca ayat atau surah itu mendapat ganjaran (pahala) yang berlipat ganda daripada membaca ayat atau surah lainnya. Bukan hanya terhadap ayat atau surah saja, malah kadang-kadang ada hari, bulan atau saat-saat terntentu yang diistimewakan Allah dari hari, bulan atau saat-saat lainnya.
Dari pengertian-pengertian yang diterangkan diatas mari kita perhatikan kelebihan atau keistimewaan Surah Al-Fatihah menurut hadis-hadis berikut ini :
1. Paling Besar (A'zham)
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Muhammad bin hanbal r.a. katanya : Menyampaikan kepada kami Yahya bin Said dan Syu'bah yang menerima kabar ini dari Hubaib bin Abdirrahmat dari Hafizh bin Ashim, dari Abu Said al-Ma'ali r.a katanya :
"Aku sedang dalam shalat, lalu dipanggil oleh Rasulullah s.a.w maka tak dapat aku menyahut. Sesudah aku selesai sholat , aku datangi beliau, Rasulullah berkata : Kenapa engkau tidak segera mendatangiku ? Aku menjawab : Karena aku dalam bershalat ya Rasulullah. Berkata Rasulullah : Bukankah Allah sudah berfirman : Hai orang-orang yang beriman sahutilah seruan Allah dan Rasul bila menyeru kamu kepada apa yang menghidupkan kamu. Kemudian beliau berkata : Aku akan mengajarkan kepadamu sebesar-besar surah di dalam al-Qur'an sebelum engkau keluar dari Masjid ini, Ketika Rasulullah akan keluar dari masjid. beliau memegang tanganku, lalu aku berkata : Ya Rasulullah, Engkau mengatakan mau mengajarkan kepadaku sebesar-besar surah di dalam al-Qur'an. Rasululah bersabda : Ya, ialah al-Hamdulillah Rabbil Alamin (dan seterusnya) ialah ayat yang berulang-ulang dan itulah al-Qur'an al-Azhim yang telah disampaikan kepadaku."
2. Tak Ada Samanya dalam Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur'an
Diriwayatkan oleh Imam Malik bin Anas dalam al-Muwattha' dari al-Ala' bin Abdirrahman bin Ya'kub al-Haraqi, bahwa Abu Sa'id Mawla Ibnu Amir bin Kuraiz mengabarkan kepada mereka bahwa Rasulullah Saw memanggil Ubay bin Ka'ab dan berkata : "Aku ingin Engkau jangan keluar dari masjid ini sebelum mengetahui satu surah yang tak pernah diturunkan di dalam Taurat, Injil, dan tidak pula di dalam Al-Qur'an yang dapat menyamainya." Berkata Ubay : Surah apakah yang Engkau janjikan tadi itu Rasulullah ? Lalu Rasulullah membaca : " Alhamdulillah Rabbil Alamin,dan seterusnya,, dia berkata : Inilah dia surah itu yaitu 7 ayat yang berulang-ulang dan dialah al-Qur'an al-Azhim, yang telah disampaikan kepadaku.
3. Hanya Kepada Muhammad s.a.w Diturunkan
Diriwayatkan oleh Muslim dan an-Nasa'i dari hadis Abul Ahwash dan Abdullah bin Isa bin Abdirrahman bin Abu Laila dari Said bin Jubair dan Ibnu Abbas berkata : " Pada suatu hari Rasulullah s.a.w duduk bersama Jibril, tiba-tiba Rasulullah mendengar suatu bunyi dari atas, lalu Jibril menoleh ke atas, kemudian berkata : "Itu sebuah pintu sudah terbuka sebelum ini.", dari pintu itu turun satu Malaikat, yang langsung memuji kepada Rasulullah dan berkata : "Bergembiralah engkau (Muhammad) mendapat dua cahaya yang aku bawakan ini, yang tak pernah kedua cahaya ini diberikan Nabi yang mana pun sebelum engkau , kedua cahaya itu ialah Fatihatul - Kitab dan beberapa ayat akhir Surah al-Baqoroh, setiap huruf engkau baca dari keduanya pasti engkau mendapatkannya."
Abul Hasan Al-Asy'ari, Imam tentang Ilmu Kalam bagi Ahli Sunnah Wal Jamaah, dan banyak Ulama-Ulama besar lainnya, melarang sekeras-kerasnya kita melebihkan, mengistimewakan atau meninggikan suatu surah atau ayat atas surah atau ayat lainnya. Sebab bila dikatakan ada surah atau ayat yang lebih, tentu ada yang kurang. tidak mungkin ada suatu surah atau ayat di dalam Al-Qur'an yang dianggap kurang penting.
Tetapi tidak dapat kita bantah, banyak sekali hadis-hadis Nabi Muhammad Saw, yang menerangkan keistimewaan beberapa surah atau ayat didalam Al-Qur'an. Umpamanya :
Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dari Ubay bin Ka'ab r.a bahwa Nabi Saw telah bersabda :
" Tidak pernah Allah menurunkan didalam Taurat dan Inil yang menyamai Ummul Qur'an (Al-Fatihah)."
Hadis-hadis Rasululloh lainnya :
" Surah Yasin itu adalah kalbunya Al-Qur'an".
"Falihatul Kitab (Surat Al-Fatihah) adalah surah yang paling atas di dalam Al-Qur'an".
"Ayat kursi adalah penghulunya ayat Al-qur'an."
"Qul huwallahu Ahad menyamai sepertiga Al-qur'an."
Hadis-hadis yang menerangkan keistimewaan, kelebihan dan ketinggian suatu surah atau ayat di dalam al-Qur'an atas surah atau ayat lainnya.
Ibnu Hishar berkata terus terang : "Heran kalau ada orang berlain pendapat tentang ini, karena sebanyak itu dalil-dalil yang menunjukkan adanya keistimewaan atau kelebihan suatu surah atau ayat atas ayat atau surah lainnya.".
Berkata Syekh Izzuddin bin Abdissalam : "Perkataan Allah tentang Allah lebih (afdhal) dari perkataan Allah tentang lain-lainnya. Ayat Qul Huwallahu Ahad lebih (afdhal) dari ayat Tabbat Yadda Abi Lahabin. Sebab ayat Qul Huwallahu Ahad menerangkan keesaan Allah sedangkat ayat Tabbat Yadaa Abi Lahabin ayat yang menerangkan kecelakaan Abu Lahab.
Jadi bukan kelebihan mengenai keagungan dan kesuciannya.
Selanjutnya menurut Imam al-Halimi menurut kutipan Imam al-Baihaqi, bahwa keistimewaan atau kelebihan surat atau ayat atas surah atau ayat lainnya ada bermacam-macam pula :
Pertama : Ada amalan terhadap suatu ayat dianggap lebih penting dari amalan terhadap ayat lainnya. Sebab itu lebih dibiasakan orang membacanya dibanding dengan ayat-ayat lainnya. Begitulah ayat-ayat yang mengandung perintah dan larangan, ganjaran pahala dan ancaman siksa dianggap lebih penting dari ayat-ayat yang berisi kisah-kisah, karena umumnya kisah-kisah itu kedudukanya adalah semata-mata untuk menguatkan ayat-ayat yang mengandung perintah, larangan, ganjaran dan ancaman itu.
Kedua : Ayat-ayat yang menerangkan nama-nama Allah, atau yang menerangkan sifat-sifat Allah, atau yang menunjukkan atau mempertegas akan kebesaran Allah, atau yang menunjukkan atau mempertegas akan kebesaran Allah, dianggap lebih penting dan lebih diistimewkan orang daripada ayat-ayat lainnya tentang arti atau maknanya.
Ketiga : Ayat Kursi, Surah al-ikhlas dan al-Mu'awwidzatain (Qul'audzu bi Rabbin Nasa dan Qul a'udzu bi Rabbi Falaqi) dan lain-lain ayat atau surah serupanya, lebih diistimewakan dan dibiasakan orang membacanya, karena membaca dan menyadari isi yang terkandung dalam ayat-ayat seperti itu langsung menjaga diri dari berbagai bahaya, menyandarkan diri untuk tetap berpegangan kepada kebesaran Allah di dalam menghadapi berbagai bahaya dan dianggap suatu ibadah dzikir yang langsung mengingat akan Allah dengan segala sifat-sifatNya yang suci dan tinggi. Sedang kalau kita membaca ayat-ayat yang mengandung hukum, hanya menghasilkan pengetahuan tentang hukum itu.
Keempat : Suatu surah atau ayat dianggap lebih penting dan istimewa karena Allah dengan perantaraan wahyu-Nya kepada Nabi Muhammad Saw menegaskan bahwa membaca ayat atau surah itu mendapat ganjaran (pahala) yang berlipat ganda daripada membaca ayat atau surah lainnya. Bukan hanya terhadap ayat atau surah saja, malah kadang-kadang ada hari, bulan atau saat-saat terntentu yang diistimewakan Allah dari hari, bulan atau saat-saat lainnya.
Dari pengertian-pengertian yang diterangkan diatas mari kita perhatikan kelebihan atau keistimewaan Surah Al-Fatihah menurut hadis-hadis berikut ini :
1. Paling Besar (A'zham)
Diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Muhammad bin hanbal r.a. katanya : Menyampaikan kepada kami Yahya bin Said dan Syu'bah yang menerima kabar ini dari Hubaib bin Abdirrahmat dari Hafizh bin Ashim, dari Abu Said al-Ma'ali r.a katanya :
"Aku sedang dalam shalat, lalu dipanggil oleh Rasulullah s.a.w maka tak dapat aku menyahut. Sesudah aku selesai sholat , aku datangi beliau, Rasulullah berkata : Kenapa engkau tidak segera mendatangiku ? Aku menjawab : Karena aku dalam bershalat ya Rasulullah. Berkata Rasulullah : Bukankah Allah sudah berfirman : Hai orang-orang yang beriman sahutilah seruan Allah dan Rasul bila menyeru kamu kepada apa yang menghidupkan kamu. Kemudian beliau berkata : Aku akan mengajarkan kepadamu sebesar-besar surah di dalam al-Qur'an sebelum engkau keluar dari Masjid ini, Ketika Rasulullah akan keluar dari masjid. beliau memegang tanganku, lalu aku berkata : Ya Rasulullah, Engkau mengatakan mau mengajarkan kepadaku sebesar-besar surah di dalam al-Qur'an. Rasululah bersabda : Ya, ialah al-Hamdulillah Rabbil Alamin (dan seterusnya) ialah ayat yang berulang-ulang dan itulah al-Qur'an al-Azhim yang telah disampaikan kepadaku."
2. Tak Ada Samanya dalam Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur'an
Diriwayatkan oleh Imam Malik bin Anas dalam al-Muwattha' dari al-Ala' bin Abdirrahman bin Ya'kub al-Haraqi, bahwa Abu Sa'id Mawla Ibnu Amir bin Kuraiz mengabarkan kepada mereka bahwa Rasulullah Saw memanggil Ubay bin Ka'ab dan berkata : "Aku ingin Engkau jangan keluar dari masjid ini sebelum mengetahui satu surah yang tak pernah diturunkan di dalam Taurat, Injil, dan tidak pula di dalam Al-Qur'an yang dapat menyamainya." Berkata Ubay : Surah apakah yang Engkau janjikan tadi itu Rasulullah ? Lalu Rasulullah membaca : " Alhamdulillah Rabbil Alamin,dan seterusnya,, dia berkata : Inilah dia surah itu yaitu 7 ayat yang berulang-ulang dan dialah al-Qur'an al-Azhim, yang telah disampaikan kepadaku.
3. Hanya Kepada Muhammad s.a.w Diturunkan
Diriwayatkan oleh Muslim dan an-Nasa'i dari hadis Abul Ahwash dan Abdullah bin Isa bin Abdirrahman bin Abu Laila dari Said bin Jubair dan Ibnu Abbas berkata : " Pada suatu hari Rasulullah s.a.w duduk bersama Jibril, tiba-tiba Rasulullah mendengar suatu bunyi dari atas, lalu Jibril menoleh ke atas, kemudian berkata : "Itu sebuah pintu sudah terbuka sebelum ini.", dari pintu itu turun satu Malaikat, yang langsung memuji kepada Rasulullah dan berkata : "Bergembiralah engkau (Muhammad) mendapat dua cahaya yang aku bawakan ini, yang tak pernah kedua cahaya ini diberikan Nabi yang mana pun sebelum engkau , kedua cahaya itu ialah Fatihatul - Kitab dan beberapa ayat akhir Surah al-Baqoroh, setiap huruf engkau baca dari keduanya pasti engkau mendapatkannya."
4. Langsung Mendapat Jawaban dari Allah
Siapa yang membaca Surah Al-Fatihah, setiap ayat yang dibaca itu langsung dijawab oleh Allah. Diriwayatkan oleh muslim dari Abu Hurairah r.a. katanya :
"Kami berada di belakang imam (bersholat), maka berkatalah imam itu kepadaku : " Bacalah al-Fatihah dalam hatimu, karena aku telah mendengar Rasulullah s.a.w mengatakan " 'Telah berkata Allah Azza wa Jalla : Aku bagi shalat ( di sini maksudnya ialah al-fatihah) antaraKu dan hambaKu menjadi dua bagian, dan lagi hamba-Ku apa yang ia minta, Apabila hambaKu berkata : Alhamdulillah hi Robbil Allamin, Allah menjawab : "Hambaku memujiKu" dan apabila hambaKu menyanjungKu". dan apabila hambaKu berkata " Maaliki Yaumiddin". Allah menjawab " Hambaku memuliakanKu". dan apabila hambaKu berkata : " Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin", Allah menjawab : " Ini seperdua untuk-Ku dan seperdua untuk hambaKu, bagi hambaKu, apa yang ia minta; dan apabila hambaKu berkata " Ihdinash shiraathal mustaqiim, shiraatal ladhina an'amta 'alaihim , ghairil maghdhuubi 'alaihim waladdhaaalin", Allah menjawab : "Ini semuanya untuk hambaKu, dan bagi hambaKu apa yang ia minta".
5. Aman Dari Segala Bahaya
Diriwayatkan oleh al-Buzar dari Anas r.a Rasulullah s.a.w bersabda " Bila engkau baca al-fatihah dan Qul huwallahu Ahad maka amanlah engkau dari segala sesuatu, kecuali dari maut".
6. Langsung Dari Arasyi
Telah bersabda Rasulullah : "Amalkanlah segala ap ayang tersebut di dalam al-Qur'an, halalkanlah apa yang di halalkannya, haramkanlah apa yang diharamkannya. dan patuhilah ia jangan sekali-kali engkau ingkar apa-apa yang tersebut di dalamnya, dan apa-apa yang kamu ragukan (maksudnya), kembalikanlah kepada Allah dan orang-orang yang mempunyai pengetahuan sesudah meninggal aku nanti, supaya diterangkannya kepada kamudan berimanlah kamu dengan Taurat, Injil dan Zabur, dan apa saja yang dibawa oleh para Nabi dari Tuhan mereka, dan akan memberi kelapangan kepadamu al-Qur'an dan segala keterangan yang tersebut di dalalmnya, sesuatu yang tak pandai bercakap tetapi membawa kebenaran, dan kepadaku diberikan Allah Surah al-Baqarah dari ZIKIR PERTAMA (Kitab-kitab Suci yang diturunkan sebelum Musa a.s) dan diberikan kepadaku surah yang berawalan Thaaha, Thaasin, dan Haamim dari Papan-papan Musa (maksudnya : TAURAT) dan diberikan kepadaku Surah al-Fatihah langsung dari Arasy."
7. Sebagai Obat (Mantera)
Diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Said al-Khudri r.a :
" Pada suatu hari kami bersama-dama dalam perjalanan, bermalam di satu dusun. Datang pada kami seorang budak perempuan dan berkata : "Sesungguhnya kepala desa ini sakit dan tak seorangpun diantara kami yang dapat mengobatinya, adakah di antara tuan-tuan yang dapat mengobatinya?" Salah seorang dari rombongan kami berdiri dan mengikuti budak tadi. Kami tidak mengira yang ia dapat lakukan menjadi dukun. Si sakit itu lalu di manterainya dan sembuh. Kepadanya diberi hadiah 30 ekor kambing, dan kepada kami disuguhkan susu. Ketika ia kembali kami bertanya " Apakah engkau membolehkan mantera, dan apa engkau tukang mantera?" Ia menjawab: "Tidak, saya bukan tukang mantera, tetapi kami hanya membacakan Ummul -Khitab (al-fathihah)." Kami katakan : " Kejadian ini jangan di kabarkan kepada siapapun sebelum kita tanyakan kepada Rasulullah s.aw. lebih dahulu." Sesudah kami sampai di kota madinah, kami datangi Rasulullah s.a.w. dan kami ceritakan kejadian itu. Rasulullah lalu bersabda " Siapa tahu bahwa surah itu (al-Fatihah) adalah mantera (obat) bagilah hadiah itu dan berikan saya sebagian darinya.
Mengenai Surah al-Fatihah telah dapat menyembuhkan penyakit-penyakit ada beberapa pendapat di dalam kalangan Ulama-ulama besar Islam. Pokok perbedaan pendapat itu berkisar pada hadis yang tersebut di atas ini dan beberapa ayat al-Qur'an yang tersebut di bawah ini :
" Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu, dan penawar (obat) bagi (penyakit) yang ada di dalam dada, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (Yunus : 57)
Itulah keistimewahan Surat al-Fatihah marilah kita amalkan surah ini dengan keyakinan penuh dan Insya Allah atas ijinNya kita akan selalu dapat pertolongan dariNya.
Siapa yang membaca Surah Al-Fatihah, setiap ayat yang dibaca itu langsung dijawab oleh Allah. Diriwayatkan oleh muslim dari Abu Hurairah r.a. katanya :
"Kami berada di belakang imam (bersholat), maka berkatalah imam itu kepadaku : " Bacalah al-Fatihah dalam hatimu, karena aku telah mendengar Rasulullah s.a.w mengatakan " 'Telah berkata Allah Azza wa Jalla : Aku bagi shalat ( di sini maksudnya ialah al-fatihah) antaraKu dan hambaKu menjadi dua bagian, dan lagi hamba-Ku apa yang ia minta, Apabila hambaKu berkata : Alhamdulillah hi Robbil Allamin, Allah menjawab : "Hambaku memujiKu" dan apabila hambaKu menyanjungKu". dan apabila hambaKu berkata " Maaliki Yaumiddin". Allah menjawab " Hambaku memuliakanKu". dan apabila hambaKu berkata : " Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin", Allah menjawab : " Ini seperdua untuk-Ku dan seperdua untuk hambaKu, bagi hambaKu, apa yang ia minta; dan apabila hambaKu berkata " Ihdinash shiraathal mustaqiim, shiraatal ladhina an'amta 'alaihim , ghairil maghdhuubi 'alaihim waladdhaaalin", Allah menjawab : "Ini semuanya untuk hambaKu, dan bagi hambaKu apa yang ia minta".
5. Aman Dari Segala Bahaya
Diriwayatkan oleh al-Buzar dari Anas r.a Rasulullah s.a.w bersabda " Bila engkau baca al-fatihah dan Qul huwallahu Ahad maka amanlah engkau dari segala sesuatu, kecuali dari maut".
6. Langsung Dari Arasyi
Telah bersabda Rasulullah : "Amalkanlah segala ap ayang tersebut di dalam al-Qur'an, halalkanlah apa yang di halalkannya, haramkanlah apa yang diharamkannya. dan patuhilah ia jangan sekali-kali engkau ingkar apa-apa yang tersebut di dalamnya, dan apa-apa yang kamu ragukan (maksudnya), kembalikanlah kepada Allah dan orang-orang yang mempunyai pengetahuan sesudah meninggal aku nanti, supaya diterangkannya kepada kamudan berimanlah kamu dengan Taurat, Injil dan Zabur, dan apa saja yang dibawa oleh para Nabi dari Tuhan mereka, dan akan memberi kelapangan kepadamu al-Qur'an dan segala keterangan yang tersebut di dalalmnya, sesuatu yang tak pandai bercakap tetapi membawa kebenaran, dan kepadaku diberikan Allah Surah al-Baqarah dari ZIKIR PERTAMA (Kitab-kitab Suci yang diturunkan sebelum Musa a.s) dan diberikan kepadaku surah yang berawalan Thaaha, Thaasin, dan Haamim dari Papan-papan Musa (maksudnya : TAURAT) dan diberikan kepadaku Surah al-Fatihah langsung dari Arasy."
7. Sebagai Obat (Mantera)
Diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Said al-Khudri r.a :
" Pada suatu hari kami bersama-dama dalam perjalanan, bermalam di satu dusun. Datang pada kami seorang budak perempuan dan berkata : "Sesungguhnya kepala desa ini sakit dan tak seorangpun diantara kami yang dapat mengobatinya, adakah di antara tuan-tuan yang dapat mengobatinya?" Salah seorang dari rombongan kami berdiri dan mengikuti budak tadi. Kami tidak mengira yang ia dapat lakukan menjadi dukun. Si sakit itu lalu di manterainya dan sembuh. Kepadanya diberi hadiah 30 ekor kambing, dan kepada kami disuguhkan susu. Ketika ia kembali kami bertanya " Apakah engkau membolehkan mantera, dan apa engkau tukang mantera?" Ia menjawab: "Tidak, saya bukan tukang mantera, tetapi kami hanya membacakan Ummul -Khitab (al-fathihah)." Kami katakan : " Kejadian ini jangan di kabarkan kepada siapapun sebelum kita tanyakan kepada Rasulullah s.aw. lebih dahulu." Sesudah kami sampai di kota madinah, kami datangi Rasulullah s.a.w. dan kami ceritakan kejadian itu. Rasulullah lalu bersabda " Siapa tahu bahwa surah itu (al-Fatihah) adalah mantera (obat) bagilah hadiah itu dan berikan saya sebagian darinya.
Mengenai Surah al-Fatihah telah dapat menyembuhkan penyakit-penyakit ada beberapa pendapat di dalam kalangan Ulama-ulama besar Islam. Pokok perbedaan pendapat itu berkisar pada hadis yang tersebut di atas ini dan beberapa ayat al-Qur'an yang tersebut di bawah ini :
" Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu, dan penawar (obat) bagi (penyakit) yang ada di dalam dada, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (Yunus : 57)
Itulah keistimewahan Surat al-Fatihah marilah kita amalkan surah ini dengan keyakinan penuh dan Insya Allah atas ijinNya kita akan selalu dapat pertolongan dariNya.
Meningkatkan Kwalitas Iman
Iman dapat pula mendorong suksesnya pekerjaan
kita dan dapat pula sebagai alat yang mengontrol sepak terjang dari apa saja
yang telah kita perbuat, baik dzahir maupun bathin, baik yang kasat mata maupun
yang tidak kasat mata. Iman dapat mendorong suksesnya pekerjaan kita dan dapat membawa
kepada kesadaran yang mulia dan terpuji terutama bagi yang berprofesi sebagai
alat perangkat hukum, dapat menunjukkan keputusan yang selalu berpihak kepada
keadilan dan kebenaran.
Penegak keadilan dan kebenaran adalah salah satu Khalifatullah
yang sangat terpuji, tanpa tegaknya hukum maka rusaklah tatanan budaya,
ekonomi, politik, kemasyarakatan dan lain sebagainya, kerugian dan kerusakan
terjadi disana-sini tanpa mengenal waktu dan keadaan. Akan terjadi pula
ketidaktenangan, kedamaian, keselamatan dan keamanan terabaikan, maka Iman
harus mendapat perhatian yang serius agar pembangunan berjalan lancar dan
mulus. Tegaknya hukum juga harus didukung oleh semua pihak sebagai komponen
bangsa, tujuan pembangunan itu akan cepat tercapai lahir batin.
Manusia tentunya banyak yang kurang menyadari
bahwa Iman bukanlah sesuatu yang asing di telinga kita, cuma harus disadari
bahwa yang sering muncul dalam kehidupan ini adalah persamaan bahasa "iman
is keyakinan atau kepercayaan". kapan kita akan terlepas dari
anonim bahasa iman ini. Yakin dan percaya merupakan sesuatu yang sering
ditemui, karena keduanya merupakan satu kata keputusan dalam hidup ini
Langganan:
Postingan (Atom)