Minggu, 21 September 2014

Keadaan Surga dan Neraka

Ayat-ayat Al-Qur'an dan Hadis-Hadis Nabi Muhammad Saw. banyak sekali yang menerangkan keindahan Surga dan kehebatan Neraka. Perhatikan dan renungkanlah beberapa hadis dan ayat-ayat Al-Qur'an yang berikut ini :
Diriwayatkan oleh Abu Ya'la dari Ibnu Umar : Pada suatu hari Rasulullah Saw. Berkhutbah, diantaranya berkata : " Jangan sampai kamu lupakan tentang 2 perkara yang hebat, yaitu Surga dan Neraka."
Kemudian beliau menangis sehingga mengalir air mata beliau meleleh membasahi jenggot beliau, lalu berkata : " Demi Tuhan yang memegang jiwa Muhammad dalam tangan-Nya, sekiranya kamu mengetahui akan apa yang aku ketahui tentang akhira, sungguh kamu akan naiki tempat yang tinggi dan akan menghamburkan tanah di atas kepalamu."
Diriwayatkan dari Umar Ibnu Khattab r.a : Telah datang Jibril kepada Nabi Muhammad Saw. bukan pada waktu yang biasanya ia datang, Rasulullah lalu berdiri mendapatkannya dan bertanya : Hai Jibril, kenapa aku melihat engkau berubah warnamu,Berkata Jibril : Aku datang kepadamu untuk menerangkan semburan api Neraka. Berkata Rasulullah : Terangkanlah kepadaku keadaan Neraka dan hal-ihwal Jahannam. berkata Jibril : Sesungguhnya Allah memerintahkan agar Jahannam dinyalakan 1.000 tahun lamanya, sehingga karena semakin panasnya, maka berubahlah warnanya menjadi putih. Lalu diperintahkan menyalakan 1.000 tahun lagi, sehingga berubah warnanya menjadi merah. Lalu diperintahkan menyalakan 1.000 tahun lagi, sehingga berubah warnanya menjadi hitam yang amat gelap, sehingga hilang sirnanya bergejolak-jolak tak padam-padam bakarannya. Demi Tuhan yang mengutusmu dengan kebenaran, sekiranya dibukakanlah Jahannam itu sebesar lobang jarum, akan terbakarlah bumi dan segala isinya karena panasnya. dan dmi Tuhan yang mengutusmu dengan kebenaran, sekiranya salah satu dari penjaga-penjaga Neraka itu didatangkan Allah ke dunia ini,akan matilah seluruh manusia isi bumi ini karena kejelekan rupanya dan kebusukan baunya. Demi Tuhan yang telah mengutusmu dengan kebenaran, sekiranya sebuah ring (lingkaran) dari rantai Neraka diletakkan di atas sebuah gunung di dunia ini, akan tembuslah gunung itu sampai-sampai ke dasar bumi, yang paling bawah. Maka berkata Rasulullah Saw. : Untunglah hai Jibril, jantungku tak sampai pecah sehingga aku mati mendengar keteranganmu ini. Rasulullah melihat Jibril menangis, rasulullah turut menangis pula, lalu berkata : Kenapa engkau sampai menangis pula Jibril, sedang kedudukanmu begitu rupa di sisi Allah? Berkata Jibril : Kenapa aku tak akan menangis, malah akulah yang kurang berhak untuk menangis, karena siapa tahu keadaanku dalam ilmu Allah tidak seperti yang aku ketahui, dan saya tidak mengetahui apakah saya tidak akan mengalami termasuk golongan Malaikat (tetapi nyeleweng), dan aku tidak tahu apakah aku akan mengalami apa yang di alami oleh Harut dan Marut. maka menangislah Jibril dan menangis pula Rasulullah Saw. Lama keduanya sama-sama menangis, lalu datanglah seruan dari langit : Hai Jibril, Hai Muhammad, sesungguhnya Allah Azza Wa Jalla telah menjamin kamu berdua dengan tidak akan durhaka. Lalu Jibril naik ke langit, dan Rasulullah lalu meneruskan perjalanan beliau, sehingga bertemu dengan sekelompok orang-orang Anshar yang bermain-main dan ketawa-ketawa. Lalu berkata berkata Rasulullah kepada mereka : Apakah kamu ketawa-ketawa sedang di belakangmu Neraka Jahannam. Sekiranya kamu ketahuilah akan apa yang aku ketahui, sungguh kamu akan ketawa sedikit dan menangis banyak, kamu tak akan makan dan tak akan minum, malah akan menuju ke tempat tempat tinggi untuk memohon pertolongan dan perlindungan Allah.
Diriwayatkan oleh Ahmad dari Anas bin Malik : Rasulullah bertanya kepada Jibril : Kenapa saya tak pernah melihat Mikail ketawa ? Menjawab Jibril : Tidak pernah Mikail ketawa sejak Allah menciptakan Neraka.
Diterangkan pula bahwa Nabi Muhammad Saw sendiri pun tidak pernah ketawa sejak mengetahui akan keadaan Neraka, Beliau hanya pandai tersenyum sejak saat itu. Hanya kita manusia yang bodoh-bodohlah yang selalu ketawa terbahak-bahak, sekalipun sudah diterangkan begitu keadaan Neraka. Ketawa terbahak menunjukkan kebodohan semata.

Ketika kepada Rasulullah ditanyakan orang tentang keadaan Surga, Rasulullah menjawab dengan pendek : Sesuatu yang tak pernah dilihat oleh mata, tidak pernah didengar oleh telinga, dan tak pernah terbayang dalam khayal manusia (keindahannya).
Diriwayatkan oleh Tirmizi dari Sa'ad bin Abu Waqqash, dari bapaknya, dari neneknya : Bersabda Rasulullah Saw : "Sekiranya seorang penghuni Surga datang ke dunia ini, dengan memakai perhiasan gelang, maka sinar dari gelangnya itu mengaburkan sinar matahari, sebagaimana sinar matahari itu mengaburkan akan sinar dan bintang-bintang. "
Diterangkan oleh Rasulullah Saw. bahwa perumpamaan perbandingan antara dunia dan akhirat (Surga) adalah seperti seorang yang pegi ke pinggir laut, lalu memasukkan sebuah jari tanganya ke air laut, lalu mengangkat tangannya kembali. Air yang melekat pada jari itulah dunia, sedang yang masih tinggal di lautan itulah akhirat dan Surga.
Jadi kesenangan di dunia ini ibarat setetes air, sedang kebahagiaan akhirat (Surga) adalah seperti saluran air samudera.
Dalam hadis lainnya Rasulullah mengatakan bahwa Allah menciptakan 100 rahmat, satu rahmat dibagi-bagikan Allah di dunia ini, sedang 99 lainnya akan dibagikan Allah di dalam Surga nanti. Ini berarti bahwa kesenangan dalam  Surga itu adalah 99 kali lebih hebat dari kesenangan yang terhebat di dunia sekarang ini.
Diterangkan dalam Surga terdapat segala macam kesenangan, kebahagiaan, kelezatan, kemewahan, kegembiraan yang tak putus-putusnya yang tak pernah berkurang. Begitu juga keinginan atau nafsu orang-orang yang di Surga itu tak pernah kendur, lembah atau berkurang selamanya.
Di dalam Surga tak ada kematian lagi, tidak ada proses umur, semua orang dalam keadaan muda terus-menerus, sehat terus-menerus, gembira terus-menerus, kuat terus-menerus. Setiap orang akan hidup dengan istri atau suami dengan kegembiraan  dan kelezatan hidup bersuami istri yang sehebat-hebatnya yang tak pernah mengendur dan berkurang, tetapi tidak mendapatkan turunan lagi. Sebab itu di dalam Surga tidak ada kelahiran baru. Dan tak ada pula kotoran, baik kotoran besar atau kotoran kecil, semuanya menjadi angin atau peluh saja.
Disini tidak akan kita cantumkan semua ayat dan hadis tentang Surga dan Neraka, tetapi sudah ada di dalam Al-Qur'an Surah Al-Waqiah selengkapnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar