Bissmillah.... di setiap kesempatan dan setiap waktu yang berjalan hendaknya kita bersyukur kepada Allah SWT yang memberikan nikmat iman, nikmat islam dan nikmat kesehatan. Kesempurnaan hidup yang kita landasi dengan keimanan yang sempurna hanya mengharapkan ridha Allah agar mendapatkan kehidupan yang baik di akherat kelak semua itu akan diuji di dunia sekarang ini.
Semua manusia pasti mengalami suka duka, manis pahit, indahnya hidup, sepinya hati, bahkan sering kita melakukan perbuatan yang dilarang Allah karena frustasi kita terhadap pahitnya hidup sehingga mencari kesenangan yang sebenarnya sangat menjauhkan hati kita dari iman. Firman Allah "Jangan mengaku hambaKu jika belum bisa sabar terhadap ujianKu". Jelas dari firman Allah tersebut bahwa manusia selama perjalanan kehidupannya akan diuji diuji dan terus-terusan di uji sampai di panggil Sang Illahi. Ujian itu bisa berupa kegagalan meraih sukses, penyakit, kecelakaan, susah mencari jodoh, rumah tangga yang terus-terusan bermasalah , serta ujian lain-lainnya.
Ketika kita diberikan kesuksesan, kemewahan, serta harta yang berlimpah di dunia ini sebenarnya itu adalah ujian bagi kita. Jangan merasa hidup dengan berlimpahan harta itu adalah sukses dunia yang pasti sukses di akherat, ingat orang yang menderita di dunia belum tentu menderita di akherat, orang yang sukses didunia belum tentu bahagia di akherat. Semua adalah ujian, hidup ini diuji sampai mana iman kita. Harta yang dititipkan kepada kita itu adalah ujian yang akan di tanyakan di hari pembalasan kelak, untuk apa harta kita, kemana melangkah kaki kita, dan apa yang kita perbuat dengan ke 5 indera yang diberikan Allah kepada kita.
Ujian yang diberikan dalam kehidupan hanya sesaat tapi terasa lama jika kita tidak sabar, maka Allah memberi kunci hadapi ujian dengan sholat dan sabar. Ketika kita mengalami kepahitan dalam hidup ini kita merasa Allah tidak adil, kita merasa hidup tidak ada artinya, Naudzubillah.. padahal saat itulah Allah menyapa kita, kita kebanyakan ingat pada Sang Maha Pencipta ketika kita dalam keadaan lemah, tidak punya daya dan upaya, pada saat itulah kita berlatih untuk sabar dan kuat, dan disaat itulah kita bisa mengenal Tuhan kita.
Seorang penulis ini pernah merasakan kehidupan yang luar biasa nikmatnya, dan ketika kenikmatan itu diambil hidup terasa gelap tidak ada cahaya sama sekali. Seorang penulis ini diuji sakit yang tidak biasa, karena sakit itu tubuh menjadi kurus, pekerjaan hilang, kuliah berhenti, dan jauh dari pergaulan masyarakat. Pada saat sakit, orang tua juga mengalami kecelakaan di jalan Suramadu, Ayah tersayang mengalami luka di tangan dan kaki tetapi Ibu tercinta mengalami gagak rotak dan harus di operasi yang biayanya puluhan juta, sedangkan seorang penulis ini juga dalam keadaan lemah makanpun hanya sesendok bubur, ketika itu hidup terasa tidak ada artinya harapannya adalah satu yaitu dapat pertolongan oleh Allah SWT. Ketika operasi ibu saya berhasil dan lancar, saya hanya bisa bersyukur meskipun saya belum bisa sholat dengan sempurna. Ketika ibu di rawat di rumah sakit IRD pada waktu yang bersamaan saya juga di rawat dan di infus di RS. Ujian yang sangat besar bagi saya dalam kehidupan ini, tetapi saya sadar mengeluh bukan jalan untuk bisa menghentikan ujian ini. Maka saya bersyukur kita sekeluarga masih di beri nyawa dan kehidupan. Pada saat itu saya mulai membaca Al-qur'an beserta artinya, mulai melakukan sholat tahajud setiap malam padahal belum bisa berwudhu dan belum bisa melakukan gerakan sholat. Ternyata pertolongan Allah sangat amat dekat, ketika itu pula ibu saya berangsur-angsur membaik, dan saya sudah bisa sholat dengan duduk dan melakukan sujud, beberapa hari kemudian saya bisa sholat dengan berdiri, dan waktu berjalan saya sudah pelan-pelan bisa sholat dengan sempurna. Pada waktu yang bersamaan terbukalah pintu hidayah Allah, saya mempunyai guru ngaji yang membimbing untuk mengenal Allah SWT. Berangsur-angsur keadaan saya membaik, keluarga juga membaik, kita terus-menerus bersyukur. Semoga sekeluargaku di ridhoi untuk menjadi orang yang selalu bersyukur dan ikhlas.
pada akhirnya saya pun mulai mencari kehidupan yang berarti dengan membuka usaha kecil-kecilan, dan saya hingga sampai saat ini terus belajar di beberapa bimbingan ustad dan Kyai.
Sebagian ilmu yang diberikan akan saya share di blog sejatine ilmu ini.
Saya hanya manusia biasa, yang ingin berbagi pengalaman, berbagi ilmu dan ingin belajar bersama. Mohon maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang tidak berkenan di hati Anda.
Hidup adalah Perjuangan, Perjuangan untuk mencari ridho Allah SWT.
Wassalamulaikum.wr.wb
Tidak ada komentar:
Posting Komentar