Minggu, 21 September 2014

ROH MANUSIA

Di balik alam benda yang terdiri dari benda padat, benda cair dan benda gas, yang berupakan matahari, bintang-bintang dan planet-planet dengan semua isinya, ada lagi alam yang lebih hebat dan lebih luas yang tidak berwujud benda, yang kita namai alam gaib.
Dari masa berabad-abad yang silam orang sudah sama percaya bahwa angkasa raya yang berbentang luas diluar dan di balik alam benda (alam kosmos) ini bukanlah kosong saja tetapi penuh dengan berbagai makhluk pula. Yaitu makhluk yang tak terdiri dari benda, yang kita namai makhluk gaib atau makhluk halus, ialah makhluk yang terdiri dari roh yang dinamai alam roh.
Alam benda berbagai macam dan ragamnya, berbagai sifat dan tabiatnya, demikian pula alam roh itu, bermacam-macam sifat dan tabiatnya, berbagai macam dan ragamnya bermacam-macam pula fungsinya. Di dalam berbagai kepercayaan atau agama, terdapat beraneka ragam nama dari makhluk halus (gaib ) itu.
Di dalam kitab suci al-Qur'an dan Hadis-hadis Nabi Muhammad Saw. terdapat beberapa nama dari makhluk halus itu. Yaitu malaikat, jin, iblis, ifrit, hatif dan lain-lain. dalam agama Yunani dan Hindu terdapat nama-nama seperti dewa-dewi, hantu gendruwo dan berbagai-bagai sifat dan fungsinya. Ada pula agama-agama yang menyatakan bahwa makhluk halus itu disebut Tuhan : Tuhan Brahma, Tuhan Wisnu, Tuhan Syiwa, Tuhan Apollo, Tuhan Zeus dan lain-lain.
Tentang adanya makhluk-makhluk halus itu tidak dapat dibantah. beribu-ribu kejadian dari dahulu kala sampai sekarang telah menjadi kenyataan tentang adanya makhluk halus itu, sekalipun sebagian manusia yang menamakan golongan Materalis, Naturalis, Rasionalis, atau Atheis mencoba membantah kepercayaan tersebut dengan berbagai alasan. Bahkan mereka tidak percaya tentang azabnya Tuhan. Tetapi semua alasan yang mereka kemukakan, bagaimanapun juga  ilmiahnya, telah hancur lebur oleh kenyataan-kenyataan dan kejadian-kejadian. kata-kata Malaikat, Jin, Iblis bukan kata-kata dongeng atau takhayul (dogma) lagi, tetapi telah menjadi kata-kata kenyataan (fakta) yang ilmiah pula, dikenal oleh hampir seluruh dunia, bangsa-bangsa dan agama-agama sampai sekarang ini.
Diantara pembaca barangkali ada yang pernah melihat jin atau mendengarnya. Demikian pula penulis sendiri sekalipun belum pernah melihat jin, tetapi pernah merasakan dipukul oleh jin dan melihat orang lain digoda oleh jin.
Selain daripada itu ilmu sihir yang sudah berumur puluhan abad yang juga diterangkan dalam al-Qur'an, begitupun ilmu  spiritisme (spiritualisme) yang berkembang sejak lahir abad kesembilan belas, adalah bukti yang nyata pula tentang adanya makhluk-makhluk halus. Di zaman hidupnya Rasulullah Saw. para sahabat sering melihat sendiri Malaikat Jibril dan Jin itu. Dengan ilmu sihir atau spiritualisme, manusia dapat berhubungan dengan makhluk-mahkluk halus.Bahkan mereka dapat mempergunakan kekuatan dari makhluk-makhluk halus itu untuk berbagai-bagai keperluan, yang jelek seperti menyihir dan mendatangkan berbagai penyakit, atau yang baik sebagai mengobati orang yang sakit. Dalam Al-Qur'an diterangkan bahwa Nabi Sulaiman dapat memerintahkan jin-jin itu untuk mendapatkan mutiara-mutiara dan mendirikan istananya yang amat indah. Bahkan ada di antara mereka yang mempergunakan kekuatan-kekuatan makhluk-makhluk halus itu untuk mengangkat dan memindahkan barang-barang dari tempat-tempat yang jauh dan sebagainya.
Karena kebanyakan ilmu sihir itu dipergunakan orang untuk tujuan-tujuan yang tidak baik dan merusak dan untuk menimbulkan permusuhan sesama manusia, maka ilmu sihir itu dilarang oleh Agama Islam dengan larangan yang amat keras sekali, bahkan sebagian para ulama menghalalkan membunuh tukang-tukang sihir itu.
Sedangkan dalam ilmu spiritualisme, orang dapat mengadakan hubungan dengan roh-roh manusia yang sudah mati sekalipun matinya sudah berpuluh atau beratus tahun lamanya.
Tetapi seperti dikatakan di atas, karena makhluk-makhluk halus itu adalah gaib, maka semua ilmu yang berhubungan dengan makhluk-makhluk gaib itu akan tetap gaib pula sifatnya, tidak dapat diterangkan dan dijelaskan sepserti pengetahuan tentang benda atau pengetahuan exacta. Pengetahuan tentang makhluk gaib tidak dapat dibawa ke dalam laboratorium sebab itu akan tetap gaib buat selama-lamanya. Hanya Allah SWT saja yang mengetahui bagaimana yg sebenarnya makhluk gaib itu.
Firmal Allah "Mereka bertanya kepada engkau (Muhammad) tentang roh. Katakanlah bahwa roh itu urusan (rahasia) Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan (tentang roh) itu kecuali sedikit" (Al-Isro : 85)
" Pada-Nya (Allah) terletak kunci (rahasia) yang gaib itu, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Ia (Allah)." (Al-An'am 59)
 Namun tujuan kita di sini tidak untuk membahas ilmu sihir dan sipiritisme ini secara mendalam. Begitu juga tentang makhluk halus seperti Malaikat, jin, setan, iblis, sekalipun ada cita-cita untuk membahasnya di lain kesempatan Insya Allah.
Yan gperlu kita tegaskan bahwa alam benda apa saja, karena terdiri dari  benda (molekul-molekul dan atom-atom), maka ia selalu mengalami perubahan, sedang perubahan itu menuju ke arah kelenyapan, kehancuran atau kemusnahannya. Tetapi alam gaib, makhluk-makhluk halus tidak lenyap dan tidak hancur oleh perubahan-perubahan.
Firman Allah " Dari tanahlah Kami ciptakan kamu (tubuhmu), dan kepada tanahlah Kami kembalikan kamu dan dari tanah pulalah Kami akan keluarkan kamu yang kedua kalinya." (Thaha 55).

FirmanNya lagi dalam surat As-Sajdah 7-9 :
7. Tuhanlah yang membaguskan kejadian tiap-tiap sesuatu dan Ia mulai kejadian manusia dari tanah
8. Kemudian Ia jadikan turunan manusia dari air (mani/sperma).
9. Kemudia Ia sempurnakan kejadian itu, lalu ia tiupkan ke dalamnya sebagian dari ROHNYA, dan Ia jadikan bagimu pendengaran, penglihatan dan hati, tetapi sedikit sekali yang kamu syukuri.

Tubuh dengan bagian-bagiannya adalah benda mati, tidak dapat bergerak, mendengar dan melihat dan tak dapat berpikir. Karena roh yang ada tubuh itulah kita dapat hidup, bergerak, mendengar, melihat dan dalam berpikir. Jadi yang hidup, melihat, mendengar, dan berpikir, yang berkesadaran dan berpengertian itulah adalah Roh.
Bila roh tidak ada, atau bila roh sudah keluar dari tubuh, atau bila manusia sudah mati, maka semua bagian-bagian dari tubuh manusia tidak dapat bergerak dan berbuat apa-apa. matanya tidak melihat, telinganya tidak mendengar, hidungnya tidak dapat mencium, otaknya tidak dapat berpikir. Tidak ada kesadaran dan pengertian lagi pada tubuh manusia yang sudah mati itu.
Bukan saja tak dapat bergerak, bahkan dalam waktu beberapa jam saja, tubuh menjadi kaku, tegang, keras. lama kelamaan menjadi busuk dan hancur.
Adapun roh karena dia daya hidup, yang menghidupkan, sekalipun sudah bercerai dengan tubuh, tetapi tetap hidup tidak mati, tetap ada dengan segenap kesadaran dan pengertian. Roh adalah kekal dan abadi.
Bagaimana keadaan roh kalau manusia sudah mati ? Inilah pertanyaan besar yang setiap manusia harus dapat menjawabnya, harus mengerti sedalam-dalamnya, harus paham sepaham-pahamnya. Manusia jangan hidup sembrono, agar terhindarlah dari sesal yang berkepanjangan, baik semasa hidup maupun sesudah mati nanti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar