Rabu, 09 Juli 2014

Perasaan Takut (Al-Khouf) - Harus Berani

Takut atau dalam bahasa Arab adalah Alkhouf. Ummat yang beriman tidak akan pernah merasa takut dalam menghadapi segala hal, takut untuk sesuatu yang akan datang sama dengan sesuatu yang tidak pasti dan belum pasti terjadi atau belum jelas adanya, kenapa harus takut ? Padahal banyak kita ketahui bahwa sesuatu yang benar dan rasional pun banyak yang tidak berhasil apalagi tidak benar dan tidak rasional, ketakutan adalah adanya unsur pesimistis. Ini merupakan bagian dari bukhul atau tiupan syetan dan dangkalnya pemahaman nilai agama, takut ini membawa manusia menjadi lemah dalam berfikir, malas dalam bertindak dan berinisiatif serta mengulur-ulur waktu dalam setiap menyelesaikan pekerjaan dan tanggung jawabnya. Manusia yang mengaku beriman kepada Allah SWT tidak akan pernah punya rasa takut dalam dirinya karena pembela-Nya adalah Yang Maha Kuat.
Bayangkan dalam mengendalikan dunia dan seisinya hanya dibantu oleh para malaikat atas perintahNya yang tidak pernah melanggar atau bermaksiat kepada Allah SWT. Disisi Allah tidak ada yang berat, tidak ada yang sulit, jauh dari sifat mustahil yang artiya tidak dapat diselesaikan bahkan dia punya ketentuan yang tidak dapat ditiru atau dicontoholeh siapapun didunia ini yaitu Apabila berkehendak terhadap sesuatu, hanya mengucapkan "Jadilah" maka pasti akan terjadi atau terlaksana.
Kita hanya boleh takut kepada Allah dan Rasul, kepada yang lain kita tidak boleh takut dalam bentuk apapun nilai takut itu sendiri sehingga kita akan tenang dalam menghadapi segala sesuatu dalam hidup ini karena kuat dan tangguhnya jiwa membuat semua problema hidup sudah pasti dapat diselesaikan dan lambat laun pasti ada jalan keluar yang terbaik dan benar.
Maka dijelaskan dalam al-Qur'an "bahwa kekasih Allah itu, tidak pernah merasa takut dan sedih dalam menempuh jalan hidup ini". Takut itu sangat menghambat kemajuan di masa depan (Our future) yang sangat ditentukan oleh keberanian dan ketangkasan, sedih itu menambahkan penderitaan dalam hidup ini, padahal sedih itu hanya catatan dalam perjalanan sejarah masa lalu yang cukup dicatat sebagai materi evaluasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar