Padahal apabila mau menerima masukan dari orang lain, misalkan "Setiap orang mempunyai kelebihan atau anugerah disamping ada kekurangan tidak malu untuk berbuat baik." perbuatan itu merupakan jalan yang akan merubah nasibnya pada setiap episode dari perjalanan hidupnya dan salah satu ciri dari orang yang akan sukses dalam mengarungi kehidupan ini, pemalu itu sulit beradaptasi atau bergaul dengan orang lain kadang mengisolir diri, menjauhi tantangan hidup.
Perlu diketahui setiap individu manusia punya nilai plus dan minus atau punya kurang dan lebih, sebenarnya kelebihan itu menjadi motivasi berkarya dan berkreasi, sedangkan kekurangan itu menjadi bentuk pembelajaran dan pengalaman atau langkah evaluasi diri agar tidak melakukan kesalahan dalam bentuk yang sama dikemudian hari, karena ilmu itu banyak kita serap dari orang lain, baik dari guru-guru kita dari buku-buku yang kita baca dan tela'ah isinya dari setiap buku yang dibaca, dari accident atau kejadian yang kita alami atau dari masyarakat sekitar kita, begitu juga dari fenomena kehidupan dalam komunitas kehidupan ini, yang terbanyak tentu dari pengalaman orang lain.
Malu itu berarti pula boros waktu, benar pepatah bahasa arab "Latuakhir'Amaloka ilalghat, Ma takdir Anta'malahul Yaum" Artinya jangan engkau tunda pekerjaanmu ke hari esok , apa yang engkau mampu kerjakan hari ini.
Malu itu membunuh karakter atau sifat yang lambat laun dapat merusak jiwa manusia, kalau kita perhatikan dalam al-Quran Allah memotivasi kita agar berkarya walaupun di mata orang lain kecil hasil karya yang kita hasilkan. Q.S Al-Baqarah atay 26 yang artinya : "Sesungguhnya Allah, tidak pernah malu untuk menciptakan semisal Nyamuk atau yang lebih besari dari nyamuk." kecil anatominya atau kecil fisiknya tapi dapat terbang kemana-mana, bahkan jumlahnya ratusan juta , jika bertelur banyak sekali walaupun umurnya tidak panjang hanya beberapa hari atau hitungan hari. Ternyata sampai hari ini tidak satupun manusia yang dapat membuat atau menciptakan benda sebesar nyamuk, dibidang apapun di dunia ini, ini adalah kualitas hidup.
Sifat malu timbul karena beberapa hal :
1. Terlalu sedikitnya Ilmu.
2. Terlalu sedikitnya pengalaman hidup.
3. Selalu melihat orang dengan kebesarannya dan kelebihannya dan selalu melihat dirinya dengan kelemahan dan kekurangan.
dalam perilaku kesehariannya :
1. Suka mengulur waktu.
2. Sulit bergaul dengan masyarakat atau beradaptasi dengan orang lain.
3. Suka memanfaatkan orang lain, suka minta tolong dalam urusan apa saja, padahal dirinya masih mampu untuk melakukan sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar