Rabu, 07 Mei 2014

Malas atau Kurang Semangat (Alkasal)


Dalam bahasa arab (Alkasal, Kasal) yaitu kurang bersemangat dalam menyelesaikan setiap masalah pertolongan orang. Tidak berbuat banyak untuk kepentingan dirinya apalagi untuk kepentingan orang banyak, (Ibadah Sosial) yang di hadapi baik kecil maupun besar, suka mengulur waktu, ini adalah perbuatan yang sangat melemahkan kepercayaan orang lain. biasanya kurang produktif dan kreatif terhadap fenomena yang terjadi, tidak punya jiwa saing yang kuat atau kurang kompetetif dalam segala hal yang berakibat kehidupannya penuh dengan kemiskinan, baik itu miskin ilmu, miskin pengalaman dan terutama miskin harta. Yang paling bahaya adalah bila di sertai dengan kemiskinan iman.
Pemalas ini biasanya hasil dari pendidikan rumah oleh orang tua, pembantu dan lingkungan dimana si pemalas tinggal atau berdomisili, waktu pendidikan dan pembelajaran hidup dirumah dan masyarakat yang paling lama dan cukup berpengaruh terhadap karakter seseorang. Bahkan didalam penjelasan Al-Quran pemalas itu adalah ciri munafik, bisa diperhatikan jika mendirikan sholat lima waktu sebagai konsekuensi (hubungan vertikal) dengan Allah selalu bermalas malasan baik fisiknya dan penampilannya, begitu pula hubungan dengan sesama manusia (hubungan horisontal).
  Ada 3 (tiga) ciri orang munafik itu :
1. Malas dalam mendirikan sholat lima waktu ini adalah mewakili semua Aktifitas ibadah.
2. Aktifitas dan Ibadahnya ingin dipuji atau dilihat orang lain (Riya' / Show off / pamer diri)
3. Sedikit sekali berdzikir atau mengingat Allah SWT.
   Dalam situasi dan kondisi apapun dan bagaimanapun banyak lupa kepada yang Maha segala-galanya. Kesalahan yang sangat fatal, kita ingat, mengadakan hubungan baik dengan lingkungan dimana kita berada sementara lupa bahkan tidak pernah konek dengan yang menjaga, memelihara, melindungi, membela dan menyayangi dalam 24jam (Siang dan Malam) di dalam Al-Qur'an Surat An-Nisa ayat 142.

Begitu pula Advice Rasulullah SAW tentang karakter munafik :

1. Apabila berbicara Dusta (Tidak Jujur)
  • Dusta dengan hatinya atau qolbunya
  • Dusta dengan lisannya atau Ucapannya
  • Dusta dengan Perbuatan atau tingkah lakunya
2. Bila berjanji tidak pernah tepat (tidak dapat dipercaya)
3. Apabila dipercaya, suka dan sering berkhianat.
    Inilah penjelasan tentang hubungan horisontal. Dari sifat malas tumbuh, malu dan Minder. Ketiga sifat ini merusak fitrah Manusia. Sebabnya sudah keluar dari jiwa suci (fitrah) yaitu jiwa yang kasih sayang, toleransi, rendah hati dan tidak pernah putus asa. Sifat-sifat inilah yang akan mewarnai satu kehidupan damai, tenang, berkeadilan dan berkemakmuran, aman dan barokah, sukses dunia akherat.

Ada 3 ciri bagi pemalas yang sudah menjadi dominan, tetapi masih dapat diperbaiki dan dididik.

1. Banyak Makan, Hidupnya hanya untuk makan yang utama atau dalam bahasa agama adalah Tamak. Akibat banyak makan bisa menyebabkan malas. Baik malas bergerak, malas berinisiatif dan malas berkompetensi sehingga yang menjadi cita-citanya kandas dan tidak berhasil.

2. Suka Tidur, kurang bangun malam untuk taqorrub kepada Allah, Banyak makan akibatnya suka tidur dan pada akhirnya suka meremehkan semua hal yang menjadi tanggung jawabnya, tentu pada titik optimalnya adalah tidak akan pernah dipercayai orang.

3.Banyak Istirahat atau Santai, bekerja dan berbuat, lebih banyak istirahatnya, biasanya hanya banyak mengkhayal dan mengandai-andai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar