Senin, 02 Juni 2014

Suka Bersedih Berkepanjangan

Alhazen atau bersedih berkepanjangan adalah salah satu akibat lemahnya Iman : cengeng, kurang percaya diri, bahwa apa yang terjadi dalam hidup ini pasti ada hikmah yang tersembunyi, ada kebijakan Allah yang tersembunyi di balik setiap peristiwa dan kejadian yang kita alami.
Kebodohan dan kemiskinan yang selalu menjadi permasalahan utama didalam kehidupan ini, disebabkan oleh banyak faktor,
Faktor tersebut diantaranya adalah :
  1. Malu, dengan malu maka kita akan sulit untuk berbuat dan memperbaiki nasib kita.
  2. Malas, juga merupakan salah satu faktor penyebab kebodohan karena kemalasan itulah yang menyebabkan menurunnya semangat berjuang dalam hidup.
  3. Minder, dengan merasa bahwa diri kita ini kecil dibandingkan orang lain, akan menyebabkan kita sulit untuk beradaptasi dengan lingkungan sekitar kita dan kita cenderung untuk menyalahkan orang lain.
Tentu Islam telah memberikan uraian yang jelas, bahwa kekasih Allah itu tidak pernah punya rasa takut dan rasa sedih yang berkepanjangan. Penakut tidak punya harga diri, tidak punya nyali. Minder itu terlalu menjustifikasi dirinya tidak mampu, tidak punya pengalaman, tidak punya bakat, banyak argumentasi, takut untuk mencoba, semua itu perlu latihan. Bahkan perlu coba-coba yang akhirnya akan terbiasa.

    Ada ungkapan dalam Bahasa Inggris, "Experient is the best teacher" pengalaman itu adalah guru yang terbaik. Tiga hal ini tantangan yang bersifat internal, ada lagi tantangan external, yang harus kita tela'ah dan diperhatikan, banyak faktor yaitu dana atau biaya, kemampuan intelektualitas, kekuatan hukum (Adil dan Benar), policy Politik dan policy yang lain serta management pada setiap departemen tetapi yang sangat berpengaruh ialah faktor Internal tadi (malu, malas dan minder). Orang yang minder biasanya punya kebiasaan yang menjadi tingkah laku atau habual action : 
  1. Sulit memulai sesuatu.
  2. Banyak perhitungan / tidak berarti spikulasi.
  3. Sulit dipercaya dengan orang lain.
  4. Biasanya pemikirannya lamban dalam segala hal atau sering disebut bodoh atau sulit maju.

Rabu, 07 Mei 2014

Minder atau Tidak Percaya Diri (Al-Khouf)

 
Kali ini kita melanjutkan pembahasan dari 3 hal penyebab kebodohan, salah satunya yaitu Minder. Minder atau bahasa arabnya Al-Khouf mempunyai arti tidak percaya diri, memiliki rasa takut sebelum bertanding atau sebelum berbuat, menganggap dirinya sangat kecil dimata orang lain atau juga bisa diartikan melihat kebesaran dan kelebihan orang lain sehingga ketika akan melangkah amat sangat berat dan terlalu banyak pertimbangan yang tidak rasional dan tidak ilmiah.
 
Penyakit yang perlu konsentrasi khusus dan kepedulian yang tinggi untuk mengobatinya karena sulit bergaul dengan orang, suka mengisolir diri, sulit beradaptasi dan bergaul secara luas dengan ingkungan atau masyarakat, suka menyalahkan orang , bangga dan senang mencari kambing hitam dalam masyarakat, bicaranya banyak tetapi tidak pernah sinergi dengan perbuatannya.

Kita harus menghindari minder ini karena dengan minder kehidupan tidak akan berkembang, orang yang sudah terjangkit penyakit minder akan terbawa pada penyakit malas, dan tidak punya gairah untuk melakukan aktivitas atau pekerjaan.

Minder ini bisa diatasi dengan cara seringnya bergaul dan bermasyarakat sehingga tidak merasa adanya perbedaan, serta mampu beradaptasi sehingga bisa membawa diri dalam kehidupan bersosial dan bermasyarakat.

Selain 3 hal yang kita bahas di halaman sebelumnya yang mencakup penyakit Malu, Malas dan Minder. Disini juga kita akan bahas penyakit hati, penyakit hati ada dua yang selalu melemahkan Iman dan membuat manusia tidak produktif dan tidak kreatif dalam aktifitas hidup. Penyakit hati ini yaitu Takut dan Suka Bersedih Berkepanjangan.

Malas atau Kurang Semangat (Alkasal)


Dalam bahasa arab (Alkasal, Kasal) yaitu kurang bersemangat dalam menyelesaikan setiap masalah pertolongan orang. Tidak berbuat banyak untuk kepentingan dirinya apalagi untuk kepentingan orang banyak, (Ibadah Sosial) yang di hadapi baik kecil maupun besar, suka mengulur waktu, ini adalah perbuatan yang sangat melemahkan kepercayaan orang lain. biasanya kurang produktif dan kreatif terhadap fenomena yang terjadi, tidak punya jiwa saing yang kuat atau kurang kompetetif dalam segala hal yang berakibat kehidupannya penuh dengan kemiskinan, baik itu miskin ilmu, miskin pengalaman dan terutama miskin harta. Yang paling bahaya adalah bila di sertai dengan kemiskinan iman.
Pemalas ini biasanya hasil dari pendidikan rumah oleh orang tua, pembantu dan lingkungan dimana si pemalas tinggal atau berdomisili, waktu pendidikan dan pembelajaran hidup dirumah dan masyarakat yang paling lama dan cukup berpengaruh terhadap karakter seseorang. Bahkan didalam penjelasan Al-Quran pemalas itu adalah ciri munafik, bisa diperhatikan jika mendirikan sholat lima waktu sebagai konsekuensi (hubungan vertikal) dengan Allah selalu bermalas malasan baik fisiknya dan penampilannya, begitu pula hubungan dengan sesama manusia (hubungan horisontal).
  Ada 3 (tiga) ciri orang munafik itu :
1. Malas dalam mendirikan sholat lima waktu ini adalah mewakili semua Aktifitas ibadah.
2. Aktifitas dan Ibadahnya ingin dipuji atau dilihat orang lain (Riya' / Show off / pamer diri)
3. Sedikit sekali berdzikir atau mengingat Allah SWT.
   Dalam situasi dan kondisi apapun dan bagaimanapun banyak lupa kepada yang Maha segala-galanya. Kesalahan yang sangat fatal, kita ingat, mengadakan hubungan baik dengan lingkungan dimana kita berada sementara lupa bahkan tidak pernah konek dengan yang menjaga, memelihara, melindungi, membela dan menyayangi dalam 24jam (Siang dan Malam) di dalam Al-Qur'an Surat An-Nisa ayat 142.

Begitu pula Advice Rasulullah SAW tentang karakter munafik :

1. Apabila berbicara Dusta (Tidak Jujur)
  • Dusta dengan hatinya atau qolbunya
  • Dusta dengan lisannya atau Ucapannya
  • Dusta dengan Perbuatan atau tingkah lakunya
2. Bila berjanji tidak pernah tepat (tidak dapat dipercaya)
3. Apabila dipercaya, suka dan sering berkhianat.
    Inilah penjelasan tentang hubungan horisontal. Dari sifat malas tumbuh, malu dan Minder. Ketiga sifat ini merusak fitrah Manusia. Sebabnya sudah keluar dari jiwa suci (fitrah) yaitu jiwa yang kasih sayang, toleransi, rendah hati dan tidak pernah putus asa. Sifat-sifat inilah yang akan mewarnai satu kehidupan damai, tenang, berkeadilan dan berkemakmuran, aman dan barokah, sukses dunia akherat.

Ada 3 ciri bagi pemalas yang sudah menjadi dominan, tetapi masih dapat diperbaiki dan dididik.

1. Banyak Makan, Hidupnya hanya untuk makan yang utama atau dalam bahasa agama adalah Tamak. Akibat banyak makan bisa menyebabkan malas. Baik malas bergerak, malas berinisiatif dan malas berkompetensi sehingga yang menjadi cita-citanya kandas dan tidak berhasil.

2. Suka Tidur, kurang bangun malam untuk taqorrub kepada Allah, Banyak makan akibatnya suka tidur dan pada akhirnya suka meremehkan semua hal yang menjadi tanggung jawabnya, tentu pada titik optimalnya adalah tidak akan pernah dipercayai orang.

3.Banyak Istirahat atau Santai, bekerja dan berbuat, lebih banyak istirahatnya, biasanya hanya banyak mengkhayal dan mengandai-andai.