Minggu, 21 September 2014

ROH MANUSIA

Di balik alam benda yang terdiri dari benda padat, benda cair dan benda gas, yang berupakan matahari, bintang-bintang dan planet-planet dengan semua isinya, ada lagi alam yang lebih hebat dan lebih luas yang tidak berwujud benda, yang kita namai alam gaib.
Dari masa berabad-abad yang silam orang sudah sama percaya bahwa angkasa raya yang berbentang luas diluar dan di balik alam benda (alam kosmos) ini bukanlah kosong saja tetapi penuh dengan berbagai makhluk pula. Yaitu makhluk yang tak terdiri dari benda, yang kita namai makhluk gaib atau makhluk halus, ialah makhluk yang terdiri dari roh yang dinamai alam roh.
Alam benda berbagai macam dan ragamnya, berbagai sifat dan tabiatnya, demikian pula alam roh itu, bermacam-macam sifat dan tabiatnya, berbagai macam dan ragamnya bermacam-macam pula fungsinya. Di dalam berbagai kepercayaan atau agama, terdapat beraneka ragam nama dari makhluk halus (gaib ) itu.
Di dalam kitab suci al-Qur'an dan Hadis-hadis Nabi Muhammad Saw. terdapat beberapa nama dari makhluk halus itu. Yaitu malaikat, jin, iblis, ifrit, hatif dan lain-lain. dalam agama Yunani dan Hindu terdapat nama-nama seperti dewa-dewi, hantu gendruwo dan berbagai-bagai sifat dan fungsinya. Ada pula agama-agama yang menyatakan bahwa makhluk halus itu disebut Tuhan : Tuhan Brahma, Tuhan Wisnu, Tuhan Syiwa, Tuhan Apollo, Tuhan Zeus dan lain-lain.
Tentang adanya makhluk-makhluk halus itu tidak dapat dibantah. beribu-ribu kejadian dari dahulu kala sampai sekarang telah menjadi kenyataan tentang adanya makhluk halus itu, sekalipun sebagian manusia yang menamakan golongan Materalis, Naturalis, Rasionalis, atau Atheis mencoba membantah kepercayaan tersebut dengan berbagai alasan. Bahkan mereka tidak percaya tentang azabnya Tuhan. Tetapi semua alasan yang mereka kemukakan, bagaimanapun juga  ilmiahnya, telah hancur lebur oleh kenyataan-kenyataan dan kejadian-kejadian. kata-kata Malaikat, Jin, Iblis bukan kata-kata dongeng atau takhayul (dogma) lagi, tetapi telah menjadi kata-kata kenyataan (fakta) yang ilmiah pula, dikenal oleh hampir seluruh dunia, bangsa-bangsa dan agama-agama sampai sekarang ini.
Diantara pembaca barangkali ada yang pernah melihat jin atau mendengarnya. Demikian pula penulis sendiri sekalipun belum pernah melihat jin, tetapi pernah merasakan dipukul oleh jin dan melihat orang lain digoda oleh jin.
Selain daripada itu ilmu sihir yang sudah berumur puluhan abad yang juga diterangkan dalam al-Qur'an, begitupun ilmu  spiritisme (spiritualisme) yang berkembang sejak lahir abad kesembilan belas, adalah bukti yang nyata pula tentang adanya makhluk-makhluk halus. Di zaman hidupnya Rasulullah Saw. para sahabat sering melihat sendiri Malaikat Jibril dan Jin itu. Dengan ilmu sihir atau spiritualisme, manusia dapat berhubungan dengan makhluk-mahkluk halus.Bahkan mereka dapat mempergunakan kekuatan dari makhluk-makhluk halus itu untuk berbagai-bagai keperluan, yang jelek seperti menyihir dan mendatangkan berbagai penyakit, atau yang baik sebagai mengobati orang yang sakit. Dalam Al-Qur'an diterangkan bahwa Nabi Sulaiman dapat memerintahkan jin-jin itu untuk mendapatkan mutiara-mutiara dan mendirikan istananya yang amat indah. Bahkan ada di antara mereka yang mempergunakan kekuatan-kekuatan makhluk-makhluk halus itu untuk mengangkat dan memindahkan barang-barang dari tempat-tempat yang jauh dan sebagainya.
Karena kebanyakan ilmu sihir itu dipergunakan orang untuk tujuan-tujuan yang tidak baik dan merusak dan untuk menimbulkan permusuhan sesama manusia, maka ilmu sihir itu dilarang oleh Agama Islam dengan larangan yang amat keras sekali, bahkan sebagian para ulama menghalalkan membunuh tukang-tukang sihir itu.
Sedangkan dalam ilmu spiritualisme, orang dapat mengadakan hubungan dengan roh-roh manusia yang sudah mati sekalipun matinya sudah berpuluh atau beratus tahun lamanya.
Tetapi seperti dikatakan di atas, karena makhluk-makhluk halus itu adalah gaib, maka semua ilmu yang berhubungan dengan makhluk-makhluk gaib itu akan tetap gaib pula sifatnya, tidak dapat diterangkan dan dijelaskan sepserti pengetahuan tentang benda atau pengetahuan exacta. Pengetahuan tentang makhluk gaib tidak dapat dibawa ke dalam laboratorium sebab itu akan tetap gaib buat selama-lamanya. Hanya Allah SWT saja yang mengetahui bagaimana yg sebenarnya makhluk gaib itu.
Firmal Allah "Mereka bertanya kepada engkau (Muhammad) tentang roh. Katakanlah bahwa roh itu urusan (rahasia) Tuhanku, dan tidaklah kamu diberi pengetahuan (tentang roh) itu kecuali sedikit" (Al-Isro : 85)
" Pada-Nya (Allah) terletak kunci (rahasia) yang gaib itu, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Ia (Allah)." (Al-An'am 59)
 Namun tujuan kita di sini tidak untuk membahas ilmu sihir dan sipiritisme ini secara mendalam. Begitu juga tentang makhluk halus seperti Malaikat, jin, setan, iblis, sekalipun ada cita-cita untuk membahasnya di lain kesempatan Insya Allah.
Yan gperlu kita tegaskan bahwa alam benda apa saja, karena terdiri dari  benda (molekul-molekul dan atom-atom), maka ia selalu mengalami perubahan, sedang perubahan itu menuju ke arah kelenyapan, kehancuran atau kemusnahannya. Tetapi alam gaib, makhluk-makhluk halus tidak lenyap dan tidak hancur oleh perubahan-perubahan.
Firman Allah " Dari tanahlah Kami ciptakan kamu (tubuhmu), dan kepada tanahlah Kami kembalikan kamu dan dari tanah pulalah Kami akan keluarkan kamu yang kedua kalinya." (Thaha 55).

FirmanNya lagi dalam surat As-Sajdah 7-9 :
7. Tuhanlah yang membaguskan kejadian tiap-tiap sesuatu dan Ia mulai kejadian manusia dari tanah
8. Kemudian Ia jadikan turunan manusia dari air (mani/sperma).
9. Kemudia Ia sempurnakan kejadian itu, lalu ia tiupkan ke dalamnya sebagian dari ROHNYA, dan Ia jadikan bagimu pendengaran, penglihatan dan hati, tetapi sedikit sekali yang kamu syukuri.

Tubuh dengan bagian-bagiannya adalah benda mati, tidak dapat bergerak, mendengar dan melihat dan tak dapat berpikir. Karena roh yang ada tubuh itulah kita dapat hidup, bergerak, mendengar, melihat dan dalam berpikir. Jadi yang hidup, melihat, mendengar, dan berpikir, yang berkesadaran dan berpengertian itulah adalah Roh.
Bila roh tidak ada, atau bila roh sudah keluar dari tubuh, atau bila manusia sudah mati, maka semua bagian-bagian dari tubuh manusia tidak dapat bergerak dan berbuat apa-apa. matanya tidak melihat, telinganya tidak mendengar, hidungnya tidak dapat mencium, otaknya tidak dapat berpikir. Tidak ada kesadaran dan pengertian lagi pada tubuh manusia yang sudah mati itu.
Bukan saja tak dapat bergerak, bahkan dalam waktu beberapa jam saja, tubuh menjadi kaku, tegang, keras. lama kelamaan menjadi busuk dan hancur.
Adapun roh karena dia daya hidup, yang menghidupkan, sekalipun sudah bercerai dengan tubuh, tetapi tetap hidup tidak mati, tetap ada dengan segenap kesadaran dan pengertian. Roh adalah kekal dan abadi.
Bagaimana keadaan roh kalau manusia sudah mati ? Inilah pertanyaan besar yang setiap manusia harus dapat menjawabnya, harus mengerti sedalam-dalamnya, harus paham sepaham-pahamnya. Manusia jangan hidup sembrono, agar terhindarlah dari sesal yang berkepanjangan, baik semasa hidup maupun sesudah mati nanti.

Kamis, 18 September 2014

Keistimewahan Surat Al-Fatihah

Ulama-Ulama besar yang menjadi ikutan ummat berbeda-beda pendapat, apakah ada kelebihan atau keistimewaan dari suatu surah atau ayat atas surah dan ayat lainnya di dalam Kitab Suci Al-Qur'an. Bolehkah satu surah atau ayat dianggap lebih besar, lebih tinggi, atau lebih penting dari surah atau ayat lainnya???
   Abul Hasan Al-Asy'ari, Imam tentang Ilmu Kalam bagi Ahli Sunnah Wal Jamaah, dan banyak Ulama-Ulama besar lainnya, melarang sekeras-kerasnya kita melebihkan, mengistimewakan atau meninggikan suatu surah atau ayat atas surah atau ayat lainnya. Sebab bila dikatakan ada surah atau ayat yang lebih, tentu ada yang kurang. tidak mungkin ada suatu surah atau ayat di dalam Al-Qur'an yang dianggap kurang penting.
   Tetapi tidak dapat kita bantah, banyak sekali hadis-hadis Nabi Muhammad Saw, yang menerangkan keistimewaan beberapa surah atau ayat didalam Al-Qur'an. Umpamanya :
Diriwayatkan oleh Ibnu Hibban dari Ubay bin Ka'ab r.a bahwa Nabi Saw telah bersabda :
" Tidak pernah Allah menurunkan didalam Taurat dan Inil yang menyamai Ummul Qur'an (Al-Fatihah)."
Hadis-hadis Rasululloh lainnya :
" Surah Yasin itu adalah kalbunya Al-Qur'an".
"Falihatul Kitab (Surat Al-Fatihah) adalah surah yang paling atas di dalam Al-Qur'an".
"Ayat kursi adalah penghulunya ayat Al-qur'an."
"Qul huwallahu Ahad menyamai sepertiga Al-qur'an."

Hadis-hadis yang menerangkan keistimewaan, kelebihan dan ketinggian suatu surah atau ayat di dalam al-Qur'an atas surah atau ayat lainnya.
Ibnu Hishar berkata terus terang : "Heran kalau ada orang berlain pendapat tentang ini, karena sebanyak itu dalil-dalil yang menunjukkan adanya keistimewaan atau kelebihan suatu surah atau ayat atas ayat atau surah lainnya.".
Berkata Syekh Izzuddin bin Abdissalam : "Perkataan Allah tentang Allah lebih (afdhal) dari perkataan Allah tentang lain-lainnya. Ayat Qul Huwallahu Ahad lebih (afdhal) dari ayat Tabbat Yadda Abi Lahabin. Sebab ayat Qul Huwallahu Ahad menerangkan keesaan Allah sedangkat ayat Tabbat Yadaa Abi Lahabin ayat yang menerangkan kecelakaan Abu Lahab.
Jadi bukan kelebihan mengenai keagungan dan kesuciannya.
Selanjutnya menurut Imam al-Halimi menurut kutipan Imam al-Baihaqi, bahwa keistimewaan atau kelebihan surat atau ayat atas surah atau ayat lainnya ada bermacam-macam pula :
  Pertama :  Ada amalan terhadap suatu ayat dianggap lebih penting dari amalan terhadap ayat lainnya. Sebab itu lebih dibiasakan orang membacanya dibanding dengan ayat-ayat lainnya. Begitulah ayat-ayat yang mengandung perintah dan larangan, ganjaran pahala dan ancaman siksa dianggap lebih penting dari ayat-ayat yang berisi kisah-kisah, karena umumnya kisah-kisah itu kedudukanya adalah semata-mata untuk menguatkan ayat-ayat yang mengandung perintah, larangan, ganjaran dan ancaman itu.
  Kedua : Ayat-ayat yang menerangkan nama-nama Allah, atau yang menerangkan sifat-sifat Allah, atau yang menunjukkan atau mempertegas akan kebesaran Allah, atau yang menunjukkan atau mempertegas akan kebesaran Allah, dianggap lebih penting dan lebih diistimewkan orang daripada ayat-ayat lainnya tentang arti atau maknanya.
  Ketiga : Ayat Kursi, Surah al-ikhlas dan al-Mu'awwidzatain (Qul'audzu bi Rabbin Nasa dan Qul a'udzu bi Rabbi Falaqi) dan lain-lain ayat atau surah serupanya, lebih diistimewakan dan dibiasakan orang membacanya, karena membaca dan menyadari isi yang terkandung dalam ayat-ayat seperti itu langsung menjaga diri dari berbagai bahaya, menyandarkan diri untuk tetap berpegangan kepada kebesaran Allah di dalam menghadapi berbagai bahaya dan dianggap suatu ibadah dzikir yang langsung mengingat akan Allah dengan segala sifat-sifatNya yang suci dan tinggi. Sedang kalau kita membaca ayat-ayat yang mengandung hukum, hanya menghasilkan pengetahuan tentang hukum itu.
  Keempat : Suatu surah atau ayat dianggap lebih penting dan istimewa karena Allah dengan perantaraan wahyu-Nya kepada Nabi Muhammad Saw menegaskan bahwa membaca ayat atau surah itu mendapat ganjaran (pahala) yang berlipat ganda daripada membaca ayat atau surah lainnya. Bukan hanya terhadap ayat atau surah saja, malah kadang-kadang ada hari, bulan atau saat-saat terntentu yang diistimewakan Allah dari hari, bulan atau saat-saat lainnya.

Dari pengertian-pengertian yang diterangkan diatas mari kita perhatikan kelebihan atau keistimewaan  Surah Al-Fatihah menurut hadis-hadis berikut ini :

1. Paling Besar (A'zham)
    Diriwayatkan oleh Imam Ahmad bin Muhammad bin hanbal r.a. katanya : Menyampaikan kepada kami Yahya bin Said dan Syu'bah yang menerima kabar ini dari Hubaib bin Abdirrahmat dari Hafizh bin Ashim, dari Abu Said al-Ma'ali r.a katanya  :
"Aku sedang dalam shalat, lalu dipanggil oleh Rasulullah s.a.w maka tak dapat aku menyahut. Sesudah aku selesai sholat , aku datangi beliau, Rasulullah berkata : Kenapa engkau tidak segera mendatangiku ? Aku menjawab : Karena aku dalam bershalat ya Rasulullah. Berkata Rasulullah : Bukankah Allah sudah berfirman : Hai orang-orang yang beriman sahutilah seruan Allah dan Rasul bila menyeru kamu kepada apa yang menghidupkan kamu. Kemudian beliau berkata : Aku akan mengajarkan kepadamu sebesar-besar surah di dalam al-Qur'an sebelum engkau keluar dari Masjid ini, Ketika Rasulullah akan keluar dari masjid. beliau memegang tanganku, lalu aku berkata : Ya Rasulullah, Engkau mengatakan mau mengajarkan kepadaku sebesar-besar surah di dalam al-Qur'an. Rasululah bersabda : Ya, ialah al-Hamdulillah Rabbil Alamin (dan seterusnya) ialah ayat yang berulang-ulang dan itulah al-Qur'an al-Azhim yang telah disampaikan kepadaku."

2. Tak Ada Samanya dalam Taurat, Injil, Zabur dan Al-Qur'an
    Diriwayatkan oleh Imam Malik bin Anas dalam al-Muwattha' dari al-Ala' bin Abdirrahman bin Ya'kub al-Haraqi, bahwa Abu Sa'id Mawla Ibnu Amir bin Kuraiz mengabarkan kepada mereka bahwa Rasulullah Saw memanggil Ubay bin Ka'ab dan berkata : "Aku ingin Engkau jangan keluar dari masjid ini sebelum mengetahui satu surah yang tak pernah diturunkan di dalam Taurat, Injil, dan tidak pula di dalam Al-Qur'an yang dapat menyamainya." Berkata Ubay : Surah apakah yang Engkau janjikan tadi itu Rasulullah ? Lalu Rasulullah membaca : " Alhamdulillah Rabbil Alamin,dan seterusnya,,  dia berkata : Inilah dia surah itu yaitu 7 ayat yang berulang-ulang dan dialah al-Qur'an al-Azhim, yang telah disampaikan kepadaku.

3. Hanya Kepada Muhammad s.a.w Diturunkan
    Diriwayatkan oleh Muslim dan an-Nasa'i dari hadis Abul Ahwash dan Abdullah bin Isa bin Abdirrahman bin Abu Laila dari Said bin Jubair dan Ibnu Abbas berkata  : " Pada suatu hari Rasulullah s.a.w duduk bersama Jibril, tiba-tiba Rasulullah mendengar suatu bunyi dari atas, lalu Jibril menoleh ke atas, kemudian berkata : "Itu sebuah pintu sudah terbuka sebelum ini.", dari pintu itu turun satu Malaikat, yang langsung memuji kepada Rasulullah dan berkata : "Bergembiralah engkau (Muhammad) mendapat dua cahaya yang aku bawakan ini, yang tak pernah kedua cahaya ini diberikan Nabi yang mana pun sebelum engkau , kedua cahaya itu ialah Fatihatul - Kitab dan beberapa ayat akhir Surah al-Baqoroh, setiap huruf engkau baca dari keduanya pasti engkau mendapatkannya."

4. Langsung Mendapat Jawaban dari Allah
    Siapa yang membaca Surah Al-Fatihah, setiap ayat yang dibaca itu langsung dijawab oleh Allah. Diriwayatkan oleh muslim dari Abu Hurairah r.a. katanya  :
"Kami berada di belakang imam (bersholat), maka berkatalah imam itu kepadaku : " Bacalah al-Fatihah dalam hatimu, karena aku telah mendengar Rasulullah s.a.w mengatakan " 'Telah berkata Allah Azza wa Jalla : Aku bagi shalat ( di sini maksudnya ialah al-fatihah) antaraKu dan hambaKu menjadi dua bagian, dan lagi hamba-Ku apa yang ia minta, Apabila hambaKu berkata : Alhamdulillah hi Robbil Allamin, Allah menjawab : "Hambaku memujiKu" dan apabila hambaKu menyanjungKu". dan apabila hambaKu berkata " Maaliki Yaumiddin". Allah menjawab " Hambaku memuliakanKu". dan apabila hambaKu berkata : " Iyyaka na'budu wa iyyaka nasta'iin", Allah menjawab : " Ini seperdua untuk-Ku dan seperdua untuk hambaKu, bagi hambaKu, apa yang ia minta; dan apabila hambaKu berkata " Ihdinash shiraathal mustaqiim, shiraatal ladhina an'amta 'alaihim , ghairil maghdhuubi 'alaihim waladdhaaalin", Allah menjawab : "Ini semuanya untuk hambaKu, dan bagi hambaKu apa yang ia minta".

5. Aman Dari Segala Bahaya
    Diriwayatkan oleh al-Buzar dari Anas r.a Rasulullah s.a.w bersabda " Bila engkau baca al-fatihah dan Qul huwallahu Ahad maka amanlah engkau dari segala sesuatu, kecuali dari maut".

6. Langsung Dari Arasyi 
    Telah bersabda Rasulullah : "Amalkanlah segala ap ayang tersebut di dalam al-Qur'an, halalkanlah apa yang di halalkannya, haramkanlah apa yang diharamkannya. dan patuhilah ia jangan sekali-kali engkau ingkar apa-apa yang tersebut di dalamnya, dan apa-apa yang kamu ragukan (maksudnya), kembalikanlah kepada Allah dan orang-orang yang mempunyai pengetahuan sesudah meninggal aku nanti, supaya diterangkannya kepada kamudan berimanlah kamu dengan Taurat, Injil dan Zabur, dan apa saja yang dibawa oleh para Nabi dari Tuhan mereka, dan akan memberi kelapangan kepadamu al-Qur'an dan segala keterangan yang tersebut di dalalmnya, sesuatu yang tak pandai bercakap tetapi membawa kebenaran, dan kepadaku diberikan Allah Surah al-Baqarah dari ZIKIR PERTAMA (Kitab-kitab Suci yang diturunkan sebelum Musa a.s) dan diberikan kepadaku surah yang berawalan Thaaha, Thaasin, dan Haamim dari Papan-papan Musa (maksudnya : TAURAT) dan diberikan kepadaku Surah al-Fatihah langsung dari Arasy."

7. Sebagai Obat (Mantera)
    Diriwayatkan oleh Bukhari dari Abu Said al-Khudri r.a :
   " Pada suatu hari kami bersama-dama dalam perjalanan, bermalam di satu dusun. Datang pada kami seorang budak perempuan dan berkata : "Sesungguhnya kepala desa ini sakit dan tak seorangpun diantara kami yang dapat mengobatinya, adakah di antara tuan-tuan yang dapat mengobatinya?" Salah seorang dari rombongan kami berdiri dan mengikuti budak tadi. Kami tidak mengira yang ia dapat lakukan menjadi dukun. Si sakit itu lalu di manterainya dan sembuh. Kepadanya diberi hadiah 30 ekor kambing, dan kepada kami disuguhkan susu. Ketika ia kembali kami bertanya  " Apakah engkau membolehkan mantera, dan apa engkau tukang mantera?" Ia menjawab: "Tidak, saya bukan tukang mantera, tetapi kami hanya membacakan Ummul -Khitab (al-fathihah)." Kami katakan : " Kejadian ini jangan di kabarkan kepada siapapun sebelum kita tanyakan kepada Rasulullah s.aw. lebih dahulu." Sesudah kami sampai di kota madinah, kami datangi Rasulullah s.a.w. dan kami ceritakan kejadian itu. Rasulullah lalu bersabda " Siapa tahu bahwa surah itu (al-Fatihah) adalah mantera (obat) bagilah hadiah itu dan berikan saya sebagian darinya.
Mengenai Surah al-Fatihah telah dapat menyembuhkan penyakit-penyakit ada beberapa pendapat di dalam kalangan Ulama-ulama besar Islam. Pokok perbedaan pendapat itu berkisar pada hadis yang tersebut di atas ini dan beberapa ayat al-Qur'an yang tersebut di bawah ini :
" Hai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu, dan penawar (obat) bagi (penyakit) yang ada di dalam dada, dan sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." (Yunus : 57)

Itulah keistimewahan Surat al-Fatihah marilah kita amalkan surah ini dengan keyakinan penuh dan Insya Allah atas ijinNya kita akan selalu dapat pertolongan dariNya.

Meningkatkan Kwalitas Iman



Iman dalam bentuk keyakinan dan dalam kualitas aplikasi praktek perbuatan dan amaliyah. Iman dapat menuntun menuju jalan Allah yang haq bukan jalan yang bathil,  dalam bahasa agama adalah jalan lurus atau Shirotul Mustaqim yaitu jalan kebenaran, jalan istiqomah (jalan disiplin), jalan keselamatan, jalan kebahagiaan, jalan ketenangan dan jalan kejujuran, bahkan jalan inilah yang bertujuan membela tegaknya kemanusiaan yang dapat membedakan manusia dengan binatang, dapat membedakan mana yang benar dan mana yang bathil atau tidak benar mana yang petunjuk dan mana yang bukan petunjuk (bohong). Manusia akan punya karakter atau sifat Karimah (akhlaqul Kharimah) yang dapat tumbuh dari Jiwa-jiwa  Muthmainnah (jiwa yang tenang, stabil, jiwa yang santun, terkendali dengan hidayah Allah dan Ridho Allah). nilai Rohani yang santun itu bukan berarti tidak berbuat kesalahan atau kekhilafan, namun cepat terkontrol untk kembali secepatnya ke jalan Allah dan kebenaran Tuhan yang maha segalanya.
 Iman dapat pula mendorong suksesnya pekerjaan kita dan dapat pula sebagai alat yang mengontrol sepak terjang dari apa saja yang telah kita perbuat, baik dzahir maupun bathin, baik yang kasat mata maupun yang tidak kasat mata. Iman dapat mendorong suksesnya pekerjaan kita dan dapat membawa kepada kesadaran yang mulia dan terpuji terutama bagi yang berprofesi sebagai alat perangkat hukum, dapat menunjukkan keputusan yang selalu berpihak kepada keadilan dan kebenaran.
 Penegak keadilan dan kebenaran adalah salah satu Khalifatullah yang sangat terpuji, tanpa tegaknya hukum maka rusaklah tatanan budaya, ekonomi, politik, kemasyarakatan dan lain sebagainya, kerugian dan kerusakan terjadi disana-sini tanpa mengenal waktu dan keadaan. Akan terjadi pula ketidaktenangan, kedamaian, keselamatan dan keamanan terabaikan, maka Iman harus mendapat perhatian yang serius agar pembangunan berjalan lancar dan mulus. Tegaknya hukum juga harus didukung oleh semua pihak sebagai komponen bangsa, tujuan pembangunan itu akan cepat tercapai lahir batin.
 Manusia tentunya banyak yang kurang menyadari bahwa Iman bukanlah sesuatu yang asing di telinga kita, cuma harus disadari bahwa yang sering muncul dalam kehidupan ini adalah persamaan bahasa "iman is keyakinan atau kepercayaan".  kapan kita akan terlepas dari anonim bahasa iman ini. Yakin dan percaya merupakan sesuatu yang sering ditemui, karena keduanya merupakan satu kata keputusan dalam hidup ini

Rabu, 17 September 2014

Ketika Hidup Di Sapa Allah SWT

Bissmillah.... di setiap kesempatan dan setiap waktu yang berjalan hendaknya kita bersyukur kepada Allah SWT yang memberikan nikmat iman, nikmat islam dan nikmat kesehatan. Kesempurnaan hidup yang kita landasi dengan keimanan yang sempurna hanya mengharapkan ridha Allah agar mendapatkan kehidupan yang baik di akherat kelak semua itu akan diuji di dunia sekarang ini.

Semua manusia pasti mengalami suka duka, manis pahit, indahnya hidup, sepinya hati, bahkan sering kita melakukan perbuatan yang dilarang Allah karena frustasi kita terhadap pahitnya hidup sehingga mencari kesenangan yang sebenarnya sangat menjauhkan hati kita dari iman. Firman Allah "Jangan mengaku hambaKu jika belum bisa sabar terhadap ujianKu". Jelas dari firman Allah tersebut bahwa manusia selama perjalanan kehidupannya akan diuji diuji dan terus-terusan di uji sampai di panggil Sang Illahi. Ujian itu bisa berupa kegagalan meraih sukses, penyakit, kecelakaan, susah mencari jodoh, rumah tangga yang terus-terusan bermasalah , serta ujian lain-lainnya.

Ketika kita diberikan kesuksesan, kemewahan, serta harta yang berlimpah di dunia ini sebenarnya itu adalah ujian bagi kita. Jangan merasa hidup dengan berlimpahan harta itu adalah sukses dunia yang pasti sukses di akherat, ingat orang yang menderita di dunia belum tentu menderita di akherat, orang yang sukses didunia belum tentu bahagia di akherat. Semua adalah ujian, hidup ini diuji sampai mana iman kita. Harta yang dititipkan kepada kita itu adalah ujian yang akan di tanyakan di hari pembalasan kelak, untuk apa harta kita, kemana melangkah kaki kita, dan apa yang kita perbuat dengan ke 5 indera yang diberikan Allah kepada kita.

Ujian yang diberikan dalam kehidupan hanya sesaat tapi terasa lama jika kita tidak sabar, maka Allah memberi kunci hadapi ujian dengan sholat dan sabar. Ketika kita mengalami kepahitan dalam hidup ini kita merasa Allah tidak adil, kita merasa hidup tidak ada artinya, Naudzubillah.. padahal saat itulah Allah menyapa kita, kita kebanyakan ingat pada Sang Maha Pencipta ketika kita dalam keadaan lemah, tidak punya daya dan upaya, pada saat itulah kita berlatih untuk sabar dan kuat, dan disaat itulah kita bisa mengenal Tuhan kita.

Seorang penulis ini pernah merasakan kehidupan yang luar biasa nikmatnya, dan ketika kenikmatan itu diambil hidup terasa gelap tidak ada cahaya sama sekali. Seorang penulis ini diuji sakit yang tidak biasa, karena sakit itu tubuh menjadi kurus, pekerjaan hilang, kuliah berhenti, dan jauh dari pergaulan masyarakat. Pada saat sakit, orang tua juga mengalami kecelakaan di jalan Suramadu, Ayah tersayang mengalami luka di tangan dan kaki tetapi Ibu tercinta mengalami gagak rotak dan harus di operasi yang biayanya puluhan juta, sedangkan seorang penulis ini juga dalam keadaan lemah makanpun hanya sesendok bubur, ketika itu hidup terasa tidak ada artinya harapannya adalah satu yaitu dapat pertolongan oleh Allah SWT. Ketika operasi ibu saya berhasil dan lancar, saya hanya bisa bersyukur meskipun saya belum bisa sholat dengan sempurna. Ketika ibu di rawat di rumah sakit IRD pada waktu yang bersamaan saya juga di rawat dan di infus di RS. Ujian yang sangat besar bagi saya dalam kehidupan ini, tetapi saya sadar mengeluh bukan jalan untuk bisa menghentikan ujian ini. Maka saya bersyukur kita sekeluarga masih di beri nyawa dan kehidupan. Pada saat itu saya mulai membaca Al-qur'an beserta artinya, mulai melakukan sholat tahajud setiap malam padahal belum bisa berwudhu dan belum bisa melakukan gerakan sholat. Ternyata pertolongan Allah sangat amat dekat, ketika itu pula ibu saya berangsur-angsur membaik, dan saya sudah bisa sholat dengan duduk dan melakukan sujud, beberapa hari kemudian saya bisa sholat dengan berdiri, dan waktu berjalan saya sudah pelan-pelan bisa sholat dengan sempurna. Pada waktu yang bersamaan terbukalah pintu hidayah Allah, saya mempunyai guru ngaji yang membimbing untuk mengenal Allah SWT. Berangsur-angsur keadaan saya membaik, keluarga juga membaik, kita terus-menerus bersyukur. Semoga sekeluargaku di ridhoi untuk menjadi orang yang selalu bersyukur dan ikhlas.
pada akhirnya saya pun mulai mencari kehidupan yang berarti dengan membuka usaha kecil-kecilan, dan saya hingga sampai saat ini terus belajar di beberapa bimbingan ustad dan Kyai.
Sebagian ilmu yang diberikan akan saya share di blog sejatine ilmu ini.
Saya hanya manusia biasa, yang ingin berbagi pengalaman, berbagi ilmu dan ingin belajar bersama. Mohon maaf jika ada kata-kata atau tulisan yang tidak berkenan di hati Anda.
Hidup adalah Perjuangan, Perjuangan untuk mencari ridho Allah SWT.
Wassalamulaikum.wr.wb

Kamis, 11 September 2014

PROFIL PENULIS

Assalmulaikum.Wr.Wb Bissmillahirohmanirrohim... Alhamdulillah Wasyukurillah atas segala limpahan nikmat, Karunia, serta kesehatan yang diberikan kepada kita semua sehingga kita bisa belajar dari blog yang sederhana ini. Saya Abdul hafidz Azhar Al Ihsan tidak lebih pintar atau tahu daripada Anda yang membaca blog ini, kita sama jadi jika ada hal yang ingin ditanyakan atau saya kurang memahami atau ada kekeliruan harap maklum karena saya juga sama-sama belajar dan terus mencari jalan keridhaan Allah SWT.
Saya adalah seorang mahasiswa yang haus akan ilmu, terutama ilmu tentang agama karena sangat bermanfaat dalam kehidupan sehari - hari dan sangat diperlukan untuk membimbing keluarga kita. Pada dasarnya hidup di dunia ini hanya sementara, kata almarhum kyai saya Muhammad Rifa'i Sahal "Urip iki koyo ngiyup pas udan" yang artinya hidup hanya sebatas menumpang ketika kita menunggu hujan redah, dan kita akan kembali kerumah yang berarti kita akan kembali kepada Nya.
Saya sampai sekarang juga masih belajar dan di bimbing oleh para ustad dan guru spiritual di wilayah Surabaya seperti Abuya Lutfi Muhammad , Gus Yudi Hasan, Gus Rohmat, dan masih banyak guru-guru lainnya. Tapi intinya sebenarnya mereka itu adalah perantara atau jalan agar kita bisa menemukan guru yang benar-benar menunjukkan jalan ke jalan yang benar atau jalan yang di ridhai Allah SWT, yakni guru sejati yang ada di hati / qolbu kita.
Tidak ada suatu harapan atau apapun dari penulisan blog ini kecuali sebagai media informasi, dakwah, dan jihad di jalanNya, jika bermanfaat silahkan dibaca dan jika kurang manfaat bisa memberi komentar dan saya sangat senang sekali dengan komentar anda semua.
Allah Maha Kaya atas segala ilmunya, hanya sedikit dan seklumit yang saya tau dan saya bagi di blog ini semoga bermanfaat bagi pembaca semua.
Wassalamulaikum.Wr.Wb